Berita

/

Artikel

/

Amnah, Kader Posyandu Penjaga Gizi di Ujung Gorontalo Utara

Amnah, Kader Posyandu Penjaga Gizi di Ujung Gorontalo Utara

Nomor: ARTIKEL-26/BGN/11/2025

Artikel 24 November 2025

picture-Amnah, Kader Posyandu Penjaga Gizi di Ujung Gorontalo Utara

Gorontalo Utara — Di sudut Desa Katialada, pesisir Gorontalo Utara, sebuah jembatan kayu yang kian rapuh menjadi saksi perjuangan Amnah, kader posyandu yang setiap hari berjalan membawa harapan. Perempuan paruh baya yang akrab disapa Amnah ini mengemban tugas penting: mengantarkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayahnya.

Sejak pukul delapan pagi hingga menjelang tengah hari, Amnah memulai langkahnya. Ia membawa 25 ompreng makanan dari satu rumah ke rumah lainnya di dua desa berbeda, yakni Desa Kwandang dan Desa Moluo. Di Desa Kwandang, akses jalan hampir mustahil dilalui kendaraan. Jembatan-jembatan kecil yang menjadi penghubung antarwilayah sudah rapuh dan tidak mampu menahan beban roda. Satu-satunya cara adalah berjalan kaki, meniti gang-gang sempit dan jembatan kayu yang berderit setiap kali diinjak.

Namun rintangan itu tak pernah menyurutkan semangatnya. Bagi Amnah, tugas mengantar MBG bukan sekadar menyampaikan makanan, tetapi memastikan gizi yang layak benar-benar sampai ke anak-anak dan ibu-ibu yang membutuhkan. Ia sangat memahami kondisi masyarakat di sekitarnya yang kerap bergantung pada makanan sederhana.

“Di sini banyak yang hanya makan nasi dengan ikan kering,” ungkap Amnah. “Dengan adanya MBG, menu mereka jadi lebih bervariasi dan lebih bergizi,” katanya penuh semangat.

Perubahan positif itu dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Hartati, ibu dari seorang balita yang rutin menerima MBG, mengaku sangat terbantu.

“Alhamdulillah sangat membantu. Di sini memang susah makan, biasanya makan ikan kering terus. Sekarang menunya berubah-ubah. Semoga program ini makin berkembang dan tetap diantar seperti ini karena sangat bermanfaat,” tuturnya dengan mata berbinar.

Menurut Amnah, banyak balita mulai menunjukkan peningkatan berat badan, sementara para ibu menyusui merasakan produksi ASI yang lebih baik. Setiap perkembangan kecil itu menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus melangkah, menaklukkan rute desa yang tidak mudah.

Di antara jembatan-jembatan rapuh dan jarak yang jauh, Amnah tetap berjalan tegar. Ia tidak hanya membawa ompreng berisi makanan, tetapi juga membawa harapan—bahwa generasi kecil di desanya dapat tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menyongsong masa depan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional