Berita

/

Artikel

/

Chef Bersertifikat Perkuat Kapasitas dan Kualitas Layanan MBG di SPPG Jogjogan Silma 2

Chef Bersertifikat Perkuat Kapasitas dan Kualitas Layanan MBG di SPPG Jogjogan Silma 2

Nomor: ARTIKEL-92/BGN/05/2026

Artikel 3 Mei 2026

picture-Chef Bersertifikat Perkuat Kapasitas dan Kualitas Layanan MBG di SPPG Jogjogan Silma 2

Bogor — Keberadaan tenaga chef bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi faktor kunci dalam peningkatan kapasitas dan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2, Kabupaten Bogor.

Sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025, dapur ini langsung melayani 1.670 penerima manfaat dan kini meningkat menjadi 2.916 penerima. Peningkatan tersebut didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga chef profesional yang telah memenuhi standar kompetensi.

Kepala SPPG Jogjogan Silma 2, Didin, menyampaikan bahwa penggunaan chef bersertifikat menjadi dasar dalam penentuan kapasitas layanan sejak awal operasional.

“Saya memastikan chef yang bertugas sudah bersertifikat BNSP. Dari arahan yang kami terima, jika chef sudah bersertifikat, jumlah penerima manfaat bisa lebih dari 1.000. Karena itu sejak awal kami langsung melayani 1.670 penerima,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan chef bersertifikat tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga menjamin konsistensi mutu makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian.

“Chef bersertifikat sangat membantu dalam menjaga standar dapur. Bukan hanya memasak, tetapi memastikan seluruh proses sesuai standar, dari kebersihan hingga penyajian,” jelas Didin.

Selain itu, standar kerja yang diterapkan juga mempermudah proses adaptasi relawan yang terlibat dalam operasional dapur. Dengan sistem kerja yang terstruktur, relawan dapat bekerja lebih efektif dalam memenuhi target produksi dan distribusi makanan setiap hari.

Hal ini menjadi penting mengingat dapur MBG dituntut tidak hanya menjaga aspek higienitas, tetapi juga ketepatan waktu distribusi kepada penerima manfaat di sekolah.

Didin menegaskan bahwa kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG, sehingga aspek kompetensi sumber daya manusia terus dijaga.

“Yang terpenting kualitas tetap terjaga. Dengan chef yang sudah bersertifikat, kami lebih yakin dalam menjalankan proses produksi setiap hari,” katanya.

Ke depan, ia berharap standar penggunaan tenaga profesional bersertifikat dapat diterapkan secara merata di berbagai SPPG guna menjaga konsistensi kualitas layanan MBG di seluruh wilayah.

“Harapannya standar ini bisa terus dijaga, supaya kualitas MBG di mana pun tetap sama dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional