Dari IPAL hingga UV Air: SPPG Bongoime Jaga Keamanan Pangan
Nomor: SIPERS-439/BGN/12/2025
Artikel • 20 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNBone Bolango — Di balik dapur yang tampak bersih dan tertata rapi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, terdapat sistem kerja teknis yang dirancang secara detail. Dari pengolahan limbah hingga sterilisasi air, setiap proses disiapkan untuk memastikan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak dari hulu.
Kepala SPPG Bongoime, Hasrul Sani H. Ambodale, menjelaskan bahwa dapur ini dibangun dengan pendekatan menyeluruh, bukan hanya untuk memenuhi fungsi memasak, tetapi juga menjawab standar keamanan pangan nasional.
“Sejak awal, kami menyiapkan dapur ini mengikuti petunjuk teknis BGN. Mulai dari lantai epoxy, cat anti jamur, peralatan stainless steel, hingga alur kerja dapur yang tidak saling bertabrakan. Semua dirancang agar proses pengolahan makanan aman, higienis, dan mudah dikontrol,” ujar Hasrul.
Perhatian terhadap keamanan pangan juga terlihat pada pengelolaan lingkungan. SPPG Bongoime dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan grease trap yang berfungsi memisahkan limbah minyak dan lemak dari air buangan dapur. Dengan sistem ini, air yang dialirkan ke lingkungan sekitar tidak berbau dan tidak menimbulkan pencemaran.
Untuk memastikan kualitas air yang digunakan dalam seluruh aktivitas dapur, SPPG Bongoime memasang teknologi ultraviolet (UV) sebagai pembunuh bakteri. Air yang digunakan untuk mencuci bahan pangan dan peralatan dapur melalui proses sterilisasi tambahan guna meminimalkan risiko kontaminasi.
Dari sisi sumber daya manusia, dapur SPPG Bongoime didukung oleh chef profesional yang memiliki sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Kualitas makanan yang dihasilkan pun telah diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan konsumsi.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa pendekatan teknis yang diterapkan di SPPG Bongoime mencerminkan keseriusan negara dalam mengelola Program Makan Bergizi Gratis secara profesional.
“Keamanan pangan tidak berhenti pada makanan yang tersaji di piring. Negara memastikan seluruh proses di dapur, mulai dari infrastruktur, pengelolaan limbah, kualitas air, hingga kompetensi SDM, berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Hida di Bone Bolango, Sabtu (20/12).
Menurutnya, ketelitian pada detail teknis seperti IPAL, UV air, dan alur dapur merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program sekaligus melindungi kesehatan penerima manfaat.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional