Inovasi Alat Canggih: Kunci Durasi Masak Singkat SPPG
Nomor: ARTIKEL-21/BGN/10/2025
Artikel • 25 Oktober 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNMagelang – Cerminan dapur efektif dan inovatif pada SPPG Banyuwangi-Magelang semakin sempurna dengan hadirnya alat yang mampu mempersingkat waktu memasak. Jika pada umumnya SPPG sudah mulai memasak sejak dini hari, lain cerita dengan yang terjadi di SPPG Banyuwangi-Magelang. Ketua Yayasan Bina Bangsa, Hadi Pranoto menyebutkan bahwa petugas masak di SPPG tersebut mulai bertugas sejak subuh.
“Petugas SPPG di sini mulai memasak sejak pukul 4 pagi dan selesai dengan tepat waktu sesuai dengan jam yang ditentukan. Kami mengejar agar makanan yang kami sajikan betul-betul fresh dan tidak terlalu lama jeda waktunya hingga dikonsumsi,” jelasnya sembari berjalan, mengajak kami keliling SPPG Banyuwangi-Magelang (Jumat, 24/10).
Setiap harinya, petugas masak di SPPG ini menyiapkan 3.542 porsi MBG. Semua porsi tersebut rampung disajikan dalam waktu kurang dari 6 jam. Pencapaian ini ditunjang dengan tersedianya alat masak canggih yang merupakan inovasi dari pihak yayasan.
Alat masak tersebut berupa tilting pan berbahan stainless steel dengan kapasitas maksimal 85 liter. Alat ini memungkinkan proses pemasakan lebih efisien dengan tingkat kematangan yang terukur sehingga dapat menghindari makanan yang dihasilkan overcook ataupun undercook.
Keunggulan lain dari alat ini adalah mudah digunakan, dapat dipakai untuk memasak beragam jenis masakan seperti sayur berkuah, tumis, deep fried, dan lain sebagainya. Selain itu bahan dasar dan bentuk alat memungkinkan proses pembersihannya lebih mudah.
“Menggunakan alat ini, satu menu bisa selesai dalam 30 menit. Kami memakai 5 unit tilting pan yang setiap alatnya dapat memasak menu yang berbeda dalam waktu bersamaan. Ini memangkas banyak waktu memasak dari lama waktu yang biasa dibutuhkan SPPG pada umumnya,” ungkap Hadi sembari menunjukkan cara kerja tilting pan.
SPPG Banyuwangi-Magelang juga memilih bahan baku siap pakai dari supplier terpercaya, sebab proses persiapan bahan baku umumnya juga memakan banyak waktu dan tenaga. Bahan siap pakai yang dimaksud adalah bahan yang telah bersih dan telah dipotong sesuai dengan gramasi yang dibutuhkan berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi). Penggunaan bumbu dasar dasar yang disimpan dan siap pakai semakin menyingkat waktu persiapan memasak. SPPG menggunakan bumbu dasar yang sudah PIRT sehingga aman kualitasnya untuk dikonsumsi.
Khairul Hidayati selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN mengapresiasi langkah inovatif dan futuristik yang dimiliki SPPG Banyuwangi-Magelang. Ia mendorong agar SPPG segera memiliki alat pengering ompreng sehingga keseluruhan proses pelayanan MBG di SPPG tersebut semakin efektif.
“Hanya kurang alat pengeringan ompreng saja, selebihnya sudah sangat bagus. Semoga SPPG segera memiliki alat pengering sehingga tidak perlu mengelap secara manual dan higienitas ompreng akan lebih terjamin,” ujar Hida menutup perjumpaan tersebut.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional