Berita

/

Artikel

/

Menabung dari Dapur SPPG: Jalan Muhsin Menuju Hari Pernikahan

Menabung dari Dapur SPPG: Jalan Muhsin Menuju Hari Pernikahan

Nomor: ARTIKEL-83/BGN/04/2026

Artikel 25 April 2026

picture-Menabung dari Dapur SPPG: Jalan Muhsin Menuju Hari Pernikahan

Bogor - Wajah Muhamad Muhsin tampak sumringah saat menceritakan rencananya. Seminggu lagi, pemuda 25 tahun itu akan menikah. Di balik kabar bahagia tersebut, tersimpan perjalanan yang tidak mudah, dari hidup serba tidak pasti hingga akhirnya bisa menabung untuk masa depan.

“Alhamdulillah, terbantu banget setelah ada MBG. Bisa ngumpulin buat nikah,” ujarnya.

Sebelum bergabung sebagai relawan SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Muhsin menjalani hari-hari sebagai pekerja serabutan, terutama sebagai pengemudi ojek.

Penghasilannya tidak menentu. Dalam sehari, ia bahkan tidak selalu mendapatkan pemasukan.

“Dulu itu enggak tentu. Kadang ada, kadang enggak. Paling cukup buat diri sendiri,” kenangnya.

Situasi itu membuatnya sulit merencanakan masa depan. Menabung menjadi hal yang nyaris mustahil. Semua penghasilan habis untuk kebutuhan harian.

Muhsin (25) tahun, saat aktivitas di dapur SPPG Jogjogan 2

Namun, perubahan mulai terasa sejak Desember lalu saat ia memutuskan bergabung sebagai relawan SPPG. Dalam waktu lima bulan, hidupnya perlahan menjadi lebih stabil.

Meski penghasilan yang diterima tidak besar, ada kepastian yang sebelumnya tidak pernah ia miliki.

“Kalau dibilang gaji, enggak gede. Tapi berkah. Lebih dari cukup buat saya,” katanya.

Dari penghasilan itu, Muhsin mulai menyisihkan sedikit demi sedikit. Hingga tanpa terasa, tabungan tersebut cukup untuk mempersiapkan pernikahannya.

Bagi Muhsin, ini bukan sekadar soal angka. Ini tentang kesempatan untuk bermimpi sesuatu yang dulu terasa jauh dari jangkauan.

Kini, ia juga bisa berbagi dengan keluarga. Sang ayah, yang menjadi satu-satunya orang tua yang ia miliki, ikut merasakan perubahan tersebut.“Sekarang bisa ngasih ke bapak juga. Dulu enggak kepikiran,” ujarnya.

Di dapur SPPG, di antara aktivitas menyiapkan makanan bergizi bagi masyarakat, Muhsin menemukan lebih dari sekadar pekerjaan. Ia menemukan pijakan untuk menata hidup.

Dan dalam hitungan hari, ia akan melangkah ke fase baru "membangun keluarga", dengan bekal yang ia kumpulkan dari kerja keras dan kesempatan yang datang tepat waktu. “Semua ini berkah,” katanya singkat.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional