Ngabuburit Gizi, Ramadan Penuh Makna di Aceh
Nomor: ARTIKEL-04/BGN/02/2026
Artikel • 23 Februari 2026
Sumber:
Dok. Biro Hukum dan HumasAceh – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Aceh selama bulan Ramadan mengalami penyesuaian operasional. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Gubernur Aceh Nomor 400.7.13.4/1545 tentang pengaturan kegiatan selama bulan puasa, sekaligus bentuk adaptasi layanan agar tetap optimal bagi para penerima manfaat.
Kepala SPPG Dayah Thautiatul Abrar Kabupaten Pidie, Saiful Fajril, menjelaskan bahwa perubahan dilakukan pada alur waktu persiapan hingga distribusi makanan. Jika pada hari biasa proses dimulai sejak dini hari, maka selama Ramadan kegiatan diawali pukul 07.00 WIB, dilanjutkan produksi pukul 12.00 WIB, dan pendistribusian ke sekolah dilaksanakan pukul 16.00 WIB.
Penyesuaian ini bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi daerah, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga mutu dan kesegaran makanan hingga waktu berbuka puasa.
“Dengan produksi di siang hari dan distribusi pada sore hari, makanan yang diterima siswa tetap dalam kondisi segar dan layak konsumsi saat berbuka,” ujar Saiful, Senin (23/2).
Dari sisi menu, SPPG turut menghadirkan sentuhan kearifan lokal. Bubur kanji khas Aceh menjadi salah satu menu yang disajikan selama Ramadan. Selain itu, tersedia pula menu kering seperti kurma, risol, serta aneka kue basah yang lebih sesuai dikonsumsi saat berbuka. Pola distribusi MBG di wilayah ini juga diatur setiap tiga hari sekali, yakni pada hari Senin dan Kamis, guna memastikan efektivitas dan kesiapan layanan.
Pelaksanaan MBG di bulan suci menghadirkan dinamika tersendiri. Sebagian siswa menyambut dengan antusias karena dapat mengambil MBG di sekolah sambil menunggu waktu berbuka bersama teman-teman.
“Banyak siswa yang senang karena bisa mengambil MBG sembari ngabuburit bersama teman-temannya di sekolah,” tambah Saiful.
Meski demikian, terdapat pula siswa yang merasa perlu menyesuaikan ritme kegiatan karena harus kembali ke sekolah pada sore hari setelah mengikuti pembelajaran sejak pagi hingga siang.
Di balik dinamika tersebut, tersimpan kisah-kisah hangat yang menjadi penyemangat bagi para relawan. Sejumlah siswa penerima manfaat menyelipkan catatan kecil berisi ucapan terima kasih dan pesan semangat di dalam ompreng atau wadah MBG. Bahkan, buah anggur tercatat sebagai salah satu menu favorit yang paling sering diminta oleh para siswa.
Secara umum, masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Pidie menyambut baik keberlanjutan program ini. MBG dinilai memberikan dampak positif dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak, termasuk di tengah pelaksanaan ibadah Ramadan.
“Harapannya program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi generasi menuju Indonesia Emas 2045, terlebih ini merupakan program prioritas Bapak Presiden,” tutup Saiful.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional