SPPG Tridadi 3 Angkat Martabat Warga Desa
Nomor: ARTIKEL-29/BGN/11/2025
Artikel • 5 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNSleman — Di sebuah sudut Desa Tridadi, aktivitas pagi di SPPG Sleman Tridadi 3 bukan hanya tentang menyiapkan makanan bergizi. Di balik aroma masakan dan deru peralatan dapur, tempat ini telah menjadi ruang pemberdayaan sosial yang menghidupkan kembali peran lansia, ibu rumah tangga, hingga pemuda desa yang sebelumnya menganggur.
Setiap hari, puluhan warga mengambil bagian dalam proses produksi makanan bergizi: mulai dari memilih sayuran segar, menakar bumbu, mengolah protein, hingga memastikan paket makanan siap didistribusikan. Mereka bukan sekadar tenaga bantu, tetapi aktor utama dalam ekosistem pelayanan gizi yang membuat desa bergerak lebih produktif.
Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. SPPG Sleman Tridadi 3 secara bertahap mengajak warga untuk terlibat, melatih mereka dengan standar kebersihan, keamanan pangan, hingga etika dapur. Banyak yang kini memiliki keterampilan baru dari manajemen porsi, sanitasi dasar, hingga kemampuan produksi masal. Tak hanya itu, mereka juga memperoleh pendapatan dari kontribusi harian di dapur gizi.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menilai model pemberdayaan ini sebagai bukti bahwa program gizi dapat memiliki dampak sosial yang jauh lebih luas.
“SPPG Tridadi 3 menunjukkan bahwa dapur gizi bukan hanya tempat memasak, tetapi ruang sosial yang menghidupkan kembali potensi desa. Lansia, ibu rumah tangga, dan pemuda mendapatkan ruang untuk berkarya sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Hida di Sleman, Jumat (5/12).
Semakin banyak warga yang terlibat, semakin mengakar pula rasa kepemilikan terhadap program. Kolaborasi yang tercipta menjadikan SPPG bukan sekadar fasilitas pemerintah, tetapi menjadi bagian dari denyut kehidupan desa.
“Ketika masyarakat menjadi pelaku, bukan hanya penerima manfaat, maka program gizi berubah menjadi gerakan bersama yang lebih kuat dan lebih berkelanjutan,” tambah Hida.
Dalam perspektif komunikasi publik, model pemberdayaan seperti ini merupakan contoh narasi pembangunan modern yang bisa menginspirasi desa lain. Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital , Molly Prabawaty, menilai bahwa keberhasilan di Tridadi mencerminkan bagaimana kebijakan dapat benar-benar menyentuh akar rumput.
“Pelibatan lansia, ibu rumah tangga, dan pemuda memperlihatkan bahwa pembangunan berjalan ketika masyarakat diberdayakan. SPPG menjadi ruang yang memulihkan martabat, memberi harapan, dan membangun kembali budaya gotong royong,” ungkapnya.
Kini, SPPG Sleman Tridadi 3 bukan hanya dikenal sebagai satuan pelayanan gizi, tetapi sebagai simbol kebangkitan desa. Di sini, pemberdayaan tumbuh dari dapur, keberdayaan muncul dari kebersamaan, dan masa depan desa terbangun dari potensi warganya sendiri.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional