Tenaga Ahli Bersertifikat Perkuat Mutu Layanan Gizi Tridadi 3
Nomor: ARTIKEL-28/BGN/11/2025
Artikel • 5 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNSleman — Di balik dapur produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Tridadi 3, bekerja sekelompok tenaga profesional yang membuktikan bahwa pelayanan gizi bukan sekadar soal menyediakan makanan, tetapi membangun sistem keamanan pangan yang terukur, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan. Deretan sertifikasi resmi, mulai dari HACCP, BNSP, hingga penyelia halal menjadi fondasi kuat mengapa SPPG ini dinilai sebagai salah satu yang paling siap menjadi model pelayanan gizi masa depan.
Di ruang pengolahan yang higienis, ahli gizi bergelar STr.Gz memantau komposisi nutrisi, sementara chef bersertifikat BNSP memastikan teknik masak, peralatan, hingga suhu masakan sesuai standar industri pangan. Kehadiran Kepala SPPG yang telah tersertifikasi Penyelia Halal semakin memperkuat jaminan bahwa setiap makanan yang diproduksi lolos dari aspek mutu, keamanan, dan kepatuhan.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan bahwa kekuatan utama SPPG Tridadi 3 terletak pada profesionalisme tenaga kerjanya.
“Sertifikasi bukan sekadar simbol, tetapi bukti bahwa tenaga di SPPG bekerja berdasarkan standar yang dapat diaudit. Ini penting agar masyarakat yakin bahwa makanan yang mereka terima aman, bermutu, dan dirancang oleh orang-orang yang memahami ilmunya,” ujar Hida di Sleman, Jumat (5/12).
Kepala SPPG Sleman Tridadi 3, Anatansyah Ayomi Anandari, menjelaskan bahwa seluruh alur produksi mengikuti standar keamanan pangan yang diawasi ketat.
“Mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian alat, hingga kontrol suhu pada titik-titik kritis, semuanya mengikuti panduan HACCP dan SOP BGN. Dengan tim yang bersertifikat, kami tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga presisi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Hida menambahkan bahwa profesionalisasi SPPG seperti ini adalah arah besar pembangunan pelayanan gizi nasional.
“BGN mendorong seluruh SPPG menyiapkan tenaga ahli bersertifikat. Ini memastikan sistem gizi di Indonesia tidak hanya berjalan, tetapi berkembang menuju standar industri pangan yang berkelas. Tridadi 3 adalah salah satu contoh yang sudah berada di jalur yang tepat,” tegas Hida.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional