BGN Antisipasi Hoaks, Jaga Kepercayaan Program MBG
Nomor: SIPERS-188/BGN/04/2026
Berita • 6 April 2026
Sumber:
doc. Biro Hukum dan HumasBekasi – Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan kesiapan strategi komunikasi krisis untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul tingginya dinamika opini publik dan potensi hoaks terkait program berskala nasional ini. Strategi ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Komunikasi Publik MBG bersama Kementerian Komdigi di Bekasi, Senin (6/4).
Dalam konteks kompleksitas MBG, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah, risiko hukum, persepsi publik, dan potensi misinformasi menjadi tantangan utama. Hida menegaskan bahwa komunikasi publik tidak hanya soal informasi, tetapi juga menjaga kredibilitas dan legitimasi program.
“Di era informasi cepat, hoaks, dan persepsi negatif bisa muncul kapan saja. Karena itu, komunikasi yang cepat, akurat, dan responsif menjadi pondasi utama untuk menjaga reputasi MBG,” ujar Hida di Bekasi, Senin (6/4).
BGN telah mengembangkan strategi pengendalian isu dan komunikasi krisis yang terintegrasi. Respons publik dilakukan secara real time, disesuaikan dengan karakter setiap platform. Analisis percakapan publik menunjukkan bahwa Instagram cenderung didominasi sentimen positif, sementara platform X memiliki percakapan yang lebih kritis, sehingga strategi komunikasi dibuat adaptif sesuai kanal.
“Setiap platform memiliki tantangan berbeda. Di satu sisi, kami menjaga sentimen positif, di sisi lain, kami siap merespons isu atau opini yang berkembang, sehingga pesan program tetap kredibel,” tambah Hida.
Selain respons cepat, BGN menekankan penguatan peran komunikasi sebagai sumber informasi yang terpercaya. Targetnya adalah mengurangi misinformasi, memastikan pesan yang disampaikan berbasis data, serta mendorong masyarakat memahami dampak nyata program MBG.
“Komunikasi yang kredibel tidak hanya menenangkan publik, tetapi juga membangun partisipasi yang nyata. Dengan informasi yang tepat dan transparan, masyarakat bisa menilai sendiri manfaat program MBG,” jelas Hida.

Sumber Foto: Biro Hukum dan Humas
Analisis SWOT dan PESTLE menjadi panduan bagi BGN dalam mengantisipasi ancaman komunikasi, termasuk perubahan algoritma media sosial, dinamika politik, dan persepsi publik yang cepat berubah. Langkah ini memastikan bahwa seluruh unit komunikasi tetap selaras, adaptif, dan siap menghadapi krisis kapan pun.
“Mengantisipasi hoaks bukan sekadar menepis berita palsu. Ini tentang menyiapkan sistem komunikasi yang solid, responsif, dan terintegrasi, sehingga kepercayaan publik terhadap MBG tetap terjaga,” tutup Hida.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional