BGN Dorong Percepatan Digitalisasi Kearsipan Demi Efisiensi Kerja
Nomor: SIPERS-182/BGN/08/2025
Berita • 20 Agustus 2025
Sumber:
Internal BGNJakarta – Kepala Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati menegaskan perlunya percepatan digitalisasi kearsipan. Namun, digitalisasi harus diiringi dengan pedoman yang jelas agar tidak menimbulkan kekacauan baru.
Hal ini dia sampaikan dalam kegiatan Wawancara Pembuatan Pedoman Kearsipan Tingkat Kompleks yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (20/8).
"Di era digital saat ini, kearsipan juga tidak bisa lagi dipandang dengan kacamata konvensional. Kita harus berani bergerak menuju digitalisasi kearsipan, memanfaatkan teknologi untuk mempercepat akses informasi, meminimalisasi risiko kehilangan data, dan mendukung efisiensi kerja," tegas Hida.
"Namun, digitalisasi tanpa pedoman yang jelas justru akan menciptakan kekacauan baru. Karena itulah, pedoman kearsipan tingkat kompleks yang akan kita susun menjadi sangat penting sebagai rambu-rambu dalam transisi menuju sistem kearsipan digital," imbuhnya.
Hida menambahkan, sebagai lembaga baru dengan mandat besar di bidang gizi nasional, BGN memiliki kompleksitas tugas lintas sektor dan unit kerja.
Oleh karena itu, penyusunan pedoman kearsipan ini dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan adanya standar seragam, sistematis, dan terintegrasi di seluruh lini organisasi.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pedoman ini bukan hanya aturan teknis, tetapi juga sarana transformasi budaya organisasi.
"Kita ingin membangun budaya tertib arsip, di mana setiap pegawai, dari level pimpinan hingga staf teknis, memahami bahwa setiap dokumen yang dikelola adalah bagian dari akuntabilitas lembaga," ucapnya.
Melalui kegiatan wawancara pendalaman kearsipan yang dilakukan oleh ANRI bersama BGN diharapkan seluruh unit kerja berpartisipasi aktif dengan menyampaikan data, tantangan, dan masukan yang konstruktif.
"Saya berharap setiap unit kerja dapat berpartisipasi aktif. Jangan sekadar hadir sebagai responden, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi. Sampaikan data apa adanya, buka tantangan dan kendala yang dihadapi, serta ajukan masukan yang konstruktif. Dengan demikian, hasil wawancara ini tidak hanya berupa catatan administratif, tetapi sungguh menjadi bahan berharga untuk menghasilkan pedoman yang komprehensif, realistis, dan aplikatif," tandasnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional
