Berita
/
Berita
/
BGN Dorong Percepatan SDM MBG melalui ToT Regional untuk Dukung Generasi Emas 2045
BGN Dorong Percepatan SDM MBG melalui ToT Regional untuk Dukung Generasi Emas 2045
Nomor: SIPERS-41/BGN/01/2026
Berita • 20 Januari 2026
Sumber:
doc. Biro Hukum dan HumasJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong percepatan penguatan sumber daya manusia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pelatihan Training of Trainers (ToT) Regional yang digelar pada 20–23 Januari 2026. Kegiatan ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan efektif, terstandar, dan merata di seluruh Indonesia.
Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Brigjen (Purn) Suardi Samiran, S.Sos., M.M. menyampaikan bahwa BGN merupakan lembaga yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia dengan mandat utama pemenuhan gizi nasional. Menurutnya, BGN memegang peran strategis sebagai tulang punggung penciptaan Generasi Emas 2045 melalui penguatan gizi anak sejak dini.
“BGN tidak bekerja sendiri. Kami membangun kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan mitra strategis, sekaligus memastikan pengendalian anggaran berjalan tepat sasaran untuk mendukung tujuan Indonesia Emas 2045,” ujar Suardi di Jakarta, Selasa (20/1)
Ia menekankan bahwa pemberian nutrisi memiliki dampak paling krusial pada 1.000 hari pertama kehidupan. Intervensi gizi yang tepat pada periode tersebut menjadi kunci utama dalam mencegah dan menurunkan angka stunting, serta membentuk sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas.
“Gizi adalah ujung tombak pertumbuhan anak-anak Indonesia. Pendidikan memang penting, tetapi tanpa gizi yang baik, kualitas pendidikan tidak akan maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Aziz Sitanggang selaku guru besar IPB University menyampaikan bahwa peserta ToT merupakan representasi daerah sekaligus calon fasilitator regional yang akan melatih aparatur dinas di tingkat kabupaten dan kota. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat ditentukan oleh kapasitas dan komitmen SDM di setiap daerah.
“Materi pelatihan yang diberikan bersifat standar nasional dan menjadi payung bersama. Namun implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan kearifan lokal di masing-masing daerah,” jelas Prof. Aziz.
Menurutnya, ToT ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas fasilitator secara sistematis dan terstandar agar pelaksanaan MBG dapat berjalan seragam, aman, dan berkualitas di seluruh wilayah. Ia juga menekankan bahwa isu gizi dan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut kolaborasi lintas sektor.
Melalui pelatihan ini, BGN berharap dapat membentuk jejaring fasilitator regional hingga nasional yang solid dan adaptif. Para peserta diharapkan tidak hanya menyerap materi, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara luas.
Pelatihan ToT Regional ini diikuti oleh peserta lintas sektor dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sebagian wilayah Sumatera, serta menjadi bagian penting dari strategi nasional BGN dalam memperkuat implementasi MBG secara berkelanjutan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional