Berita

/

Berita

/

BGN–Komdigi Perkuat Komunikasi Publik, Kunci Sukses Program MBG

BGN–Komdigi Perkuat Komunikasi Publik, Kunci Sukses Program MBG

Nomor: SIPERS-189/BGN/04/2026

Berita 6 April 2026

picture-BGN–Komdigi Perkuat Komunikasi Publik, Kunci Sukses Program MBG

Bekasi – Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditentukan oleh kelancaran distribusi makanan, tetapi juga oleh kekuatan strategi komunikasi publik yang terstruktur, terukur, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Komunikasi Publik Program MBG bersama Kementerian Komdigi di Bekasi, Senin (6/4).

Program MBG hadir sebagai respons atas masih tingginya persoalan gizi di Indonesia yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun, sebagai program berskala nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah, implementasinya memiliki kompleksitas tinggi, baik dari sisi operasional, risiko hukum, maupun potensi risiko reputasi.

Dalam konteks tersebut, BGN menempatkan komunikasi publik sebagai instrumen strategis, tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga legitimasi kebijakan serta memastikan dukungan masyarakat tetap terjaga.

“Program sebesar MBG membutuhkan kepercayaan publik yang kuat. Di sinilah komunikasi berperan, bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan masyarakat memahami, menerima, dan mendukung program secara berkelanjutan,” ujar Hida di Bekasi, Senin (6/4).

BGN telah merumuskan strategi komunikasi berbasis lima pilar utama: edukasi dan literasi gizi, transparansi program, respons publik yang cepat, pengendalian isu dan krisis komunikasi, serta konsistensi narasi lembaga. Pendekatan ini bersifat terpusat namun tetap terintegrasi lintas unit, sehingga kebijakan komunikasi tetap terarah sekaligus adaptif terhadap dinamika di lapangan.

“Produksi konten kami selalu berbasis data, mudah dipahami, dan humanis. Tujuannya agar masyarakat bisa melihat langsung dampak nyata program MBG dan terlibat secara partisipatif,” tambah Hida.

Strategi komunikasi ini juga dilengkapi target terukur melalui pendekatan SMART, mencakup pertumbuhan audiens digital dan tingkat keterlibatan yang konsisten. Berdasarkan analisis SWOT, BGN memiliki kekuatan pada pertumbuhan audiens dan tingginya interaksi publik, sementara peluang besar terbuka melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Tantangan yang harus diantisipasi termasuk penguatan identitas komunikasi serta ketergantungan pada figur publik.

Selain itu, analisis PESTLE menunjukkan dukungan politik yang kuat dan relevansi sosial tinggi, meski tetap memerlukan perhatian pada transparansi informasi, dinamika opini publik, dan isu keberlanjutan.

“Kami menyadari bahwa dinamika informasi saat ini sangat cepat, termasuk potensi misinformasi. Karena itu, komunikasi yang responsif, transparan, dan berbasis data menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas program MBG di mata publik,”jelas Hida.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional