BGN Mantapkan Strategi Kehumasan SPPG se-Jakarta
Nomor: SIPERS-229/BGN/09/2025
Berita • 19 September 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi kehumasan regional bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jakarta di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Jumat (19/9). Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi komunikasi publik dalam membangun pelayanan SPPG yang responsif
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa SPPG tidak hanya berfungsi sebagai unit pelayanan teknis, tetapi juga menjadi wajah program nasional di mata masyarakat. “Setiap isu adalah ujian kepercayaan publik kepada kita, dan kita harus menjawabnya dengan transparansi serta informasi yang tepat,” ujar Hida dalam sambutannya.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh pejabat internal BGN, antara lain Dr. Ermia Sofiyessi, STP., M.Agr. (Sesdep Sistem dan Tata Kelola), Brigjen Albertus Dony Dewantoro, S.IP., M.Han., M.Sc. (Sesdep Pemantauan dan Pengawasan), serta Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Hadir pula 152 Kepala SPPG dari seluruh wilayah administrasi Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, yang menjadi garda terdepan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, hadir pula narasumber eksternal yang memberikan pandangan strategis terkait komunikasi publik, yaitu Dra. Molly Prabawaty, M.AP. (Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Kementerian Komunikasi dan Digital), Fardila Astari (Praktisi Komunikasi), serta Wenseslaus Manggut (Direktur Konten Lapan Ragi Universe). Para narasumber menekankan bahwa sinergi komunikasi publik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Sesi pertama membahas teknis pelaksanaan Program MBG di lapangan yang dipandu oleh para Sekretaris Deputi BGN, dengan fokus pada distribusi, tata kelola, dan pengawasan. Sesi kedua difokuskan pada penguatan strategi komunikasi publik, termasuk cara merespons isu-isu sensitif dengan cepat, transparan, dan meyakinkan.
Dalam arahannya, Hida menegaskan pentingnya komunikasi publik yang berjalan seiring dengan pelayanan. “Pelayanan yang baik harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang baik. Karena kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari seberapa baik kita bekerja, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat dilibatkan, dihargai, dan mendapatkan kepastian dari kita,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penegasan pentingnya kolaborasi antarlembaga. BGN optimistis koordinasi ini akan meningkatkan responsivitas pelayanan dan menjaga citra positif program Makan Bergizi Gratis di mata publik
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional