BGN Perkuat Rantai Pasok MBG Lewat Kolaborasi Petani hingga UMKM
Nomor: SIPERS-359/BGN/11/2025
Berita • 23 November 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNBanten - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat rantai pasok pangan. Upaya ini dilakukan melalui pemberdayaan petani, peternak, nelayan, UMKM, sebagai mitra strategis penyedia bahan.
Program ini dijalankan dengan dukungan tiga modal utama. Pertama, anggaran, di mana pemerintah telah menetapkan anggaran untuk pelaksanaan MBG tahun 2025 dan 2026. Kedua, sumber daya manusia (SDM), dengan tersedianya 32.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Terakhir adalah infrastruktur, di mana lebih dari 15.700 SPPG telah terbangun di seluruh Indonesia. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengatakan, para perintis SPPG layak disebut sebagai “Pejuang Merah Putih”, karena pada awal pembangunan tata kelola dan pencairan anggaran masih menghadapi kendala sehingga belum bisa berjalan lancar.
“Mereka adalah Pejuang Merah Putih, karena perjuangan mereka membangun dapur, menyediakan peralatan, kendaraan, dan menanggung biaya operasional hingga Rp 11 juta per bulan. Selanjutnya peningkatan jumlah SPPG berkembang pesat dari 2.000 pada Juli menjadi lebih dari 15.700 saat ini,” ujar Sony, Minggu (23/11).
Sony mengungkapkan, meski MBG telah menjangkau lebih dari 50 persen target penerima manfaat, namun masih adanya kelompok yang belum terdata. Seperti anak-anak yang belum terdaftar di posyandu atau belum bersekolah, anak jalanan, sekolah anak jalanan, serta panti asuhan yang tidak memiliki satuan pendidikan formal.
Jika pendataan kelompok tersebut dilakukan secara menyeluruh, maka jumlah penerima manfaat MBG diperkirakan dapat melampaui target awal. “Dengan perluasan sasaran ini, diperkirakan penerima manfaat dapat mencapai lebih dari 82 juta anak,” sebutnya.
Seiring bertambahnya jumlah SPPG serta perluasan jangkauan penerima manfaat, maka kebutuhan bahan baku pun meningkat. Hal ini membuka peluang besar bagi petani, peternak, nelayan dan berbagai pemasok lainnya untuk mendukung penyediaan bahan baku MBG.
Dalam prosesnya, SPPG tetap memperhatikan jumlah pasokan dan kualitas bahan baku yang disediakan supplier. Melalui Program MBG, diharapkan roda perekonomian masyarakat di tingkat daerah dapat berjalan optimal dengan persaingan yang sehat.
Dengan begitu, ketahanan pangan dapat terkendali, status gizi anak di Indonesia membaik, serta pertumbuhan ekonomi lokal meningkat dan berkelanjutan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional