Berita

/

Berita

/

BGN Prioritaskan Anak Pelosok untuk Bangun SDM Masa Depan

BGN Prioritaskan Anak Pelosok untuk Bangun SDM Masa Depan

Nomor: SIPERS-60C/BGN/01/2026

Berita 27 Januari 2026

picture-BGN Prioritaskan Anak Pelosok untuk Bangun SDM Masa Depan

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan anak-anak di wilayah terpencil sebagai fokus utama dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pendekatan ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya dirancang sebagai program pemenuhan gizi harian, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Penegasan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 31679 Tahun 2026 tentang Pedoman Teknis Tata Kelola Program MBG di Wilayah Terpencil. Keputusan ini menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan MBG yang berorientasi pada kebutuhan anak sebagai subjek utama kebijakan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses dan layanan dasar.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa anak-anak di wilayah terpencil memiliki tantangan tumbuh kembang yang berbeda dan membutuhkan perhatian kebijakan yang lebih terarah. Oleh karena itu, tata kelola MBG dirancang dengan menempatkan kepentingan anak sebagai pusat kebijakan.

“Pedoman teknis ini menegaskan bahwa anak di wilayah terpencil bukan sekadar penerima manfaat, tetapi menjadi fokus utama kebijakan MBG, karena kualitas gizi hari ini akan menentukan kualitas SDM di masa depan,” ujar Hida di Jakarta, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, pemenuhan gizi anak secara konsisten memiliki dampak langsung terhadap kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas jangka panjang. Dengan demikian, MBG di wilayah terpencil diposisikan sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Melalui pengaturan tata kelola yang lebih adaptif dan berkeadilan, BGN memastikan bahwa keterbatasan geografis tidak menghalangi anak-anak di wilayah terpencil untuk mendapatkan hak atas gizi yang layak. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah.

“Program MBG merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun SDM unggul, dan pedoman teknis ini memastikan investasi tersebut dimulai dari anak-anak di wilayah terpencil,” tegasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional