Berita
/
Berita
/
BGN Tekankan Peran Strategis Fasilitator Regional dalam Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
BGN Tekankan Peran Strategis Fasilitator Regional dalam Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
Nomor: SIPERS-39/BGN/01/2026
Berita • 20 Januari 2026
Sumber:
doc. Biro Hukum dan HumasJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di daerah, khususnya para fasilitator regional yang akan melatih jajaran dinas di tingkat kabupaten dan kota. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Pelatihan Training of Trainers (ToT) Regional tentang Standar Gizi dan Keamanan Pangan serta Implementasi Program MBG, di Jakarta, Selasa (20/1).
Dalam sambutannya, Prof. Azis Sitanggang selaku guru besar IPB University menyampaikan bahwa peserta ToT yang hadir merupakan representasi daerah sekaligus calon fasilitator regional yang memegang peran strategis dalam memastikan program MBG berjalan optimal di wilayah masing-masing. Para fasilitator diharapkan tidak hanya menyampaikan materi pelatihan, tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan kondisi, kearifan lokal, serta karakteristik daerah.
“Materi yang diberikan bersifat payung dan standar nasional. Tugas Bapak dan Ibu adalah memperkaya materi tersebut dengan local wisdom tanpa mengesampingkan regulasi yang berlaku. Karena keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh SDM di daerah,” ujar Prof. Azis.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas fasilitator regional agar mampu menyelenggarakan pelatihan secara sistematis dan seragam berbasis standar nasional. Menurutnya, isu gizi dan keamanan pangan bukan tanggung jawab satu sektor semata, melainkan kewajiban bersama seluruh pemangku kepentingan yang harus menjadi ruang kolaborasi lintas sektor.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tidak hanya lahir fasilitator regional, tetapi juga tumbuh komunitas fasilitator nasional yang solid, adaptif, dan siap mengawal pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Brigjen (Purn) Suardi Samiran, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa BGN merupakan lembaga yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia dengan mandat utama pemenuhan gizi nasional. BGN, lanjutnya, menjadi tulang punggung penciptaan Generasi Emas 2045 dengan dukungan berbagai kementerian, lembaga, dan mitra strategis.
“BGN membangun sistem dan arsitektur pengendalian anggaran agar seluruh upaya pemenuhan gizi berjalan tepat sasaran dan selaras dengan tujuan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Suardi mengapresiasi kolaborasi konkret yang terjalin antara BGN dengan UNICEF, BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah dalam penyelenggaraan ToT regional ini. Ia menekankan bahwa pemberian nutrisi memiliki peran krusial, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sebagai fondasi utama pertumbuhan dan kecerdasan anak.
“Gizi adalah ujung tombak pertumbuhan anak Indonesia dan kunci utama penurunan angka stunting. Pendidikan memang penting, tetapi tanpa gizi yang baik, kualitas pendidikan tidak akan optimal,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ToT merupakan bagian paling penting dalam implementasi Program MBG. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat disebarluaskan secara masif agar manfaat program dapat dirasakan merata di seluruh Indonesia.
“Serap ilmu sebanyak-banyaknya dan sebarkan kembali. Jika perlu, kita lahirkan ribuan hingga jutaan pelatih agar pengelolaan pangan di Indonesia semakin profesional dan berkualitas,” pungkasnya.
Pelatihan ToT Regional ini berlangsung selama empat hari, 20–23 Januari 2026, dan diikuti oleh peserta lintas sektor dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta sebagian Sumatera. Kegiatan ini menjadi langkah strategis BGN dalam memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional