BGN Wajibkan Fortifikasi di Setiap Menu MBG
Nomor: SIPERS-208B/BGN/09/2025
Berita • 9 September 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan standar baru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025. Mulai tahun ini, seluruh bahan pangan pokok seperti tepung terigu, minyak goreng kemasan, dan garam yang digunakan dalam setiap menu wajib terfortifikasi, yakni diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro penting.
Langkah ini menjadi strategi nasional dalam memerangi masalah “hidden hunger” atau kekurangan zat gizi mikro yang masih tinggi di Indonesia, seperti anemia, defisiensi yodium, dan kekurangan zat besi. Tujuannya bukan sekadar membuat anak-anak kenyang, tetapi juga memastikan setiap hidangan bernilai gizi tinggi dan menunjang tumbuh kembang optimal.
“Makanan sehat tidak cukup hanya mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Fortifikasi pangan adalah cara paling efektif untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan vitamin dan mineral penting setiap hari,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati di Jakarta, Selasa (9/9).
Kebijakan baru ini tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program MBG, yang mewajibkan seluruh 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi — termasuk dapur modular di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) — untuk menggunakan bahan pangan terfortifikasi, yakni tepung terigu yang diperkaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks, minyak goreng kemasan yang mengandung vitamin A, garam beryodium, serta beras terfortifikasi (jika tersedia) sebagai sumber karbohidrat utama.
Perang Melawan “Kelaparan Tersembunyi”
Fortifikasi pangan dipilih karena dinilai sebagai solusi paling efektif untuk menjangkau populasi luas tanpa perlu mengubah pola konsumsi masyarakat secara signifikan. Melalui MBG 2025, setiap anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan menerima asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan dari makanan yang mereka konsumsi setiap hari.
“Setiap suapan dari program ini tidak hanya memberikan energi, tetapi juga menyuplai zat gizi mikro penting yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Inilah investasi nyata negara untuk masa depan generasi emas Indonesia,” pungkas Hida.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional