Chef Profesional Jaga Mutu di SPPG Bongoime
Nomor: SIPERS-438/BGN/12/2025
Berita • 20 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNBone Bolango — Di balik setiap porsi makanan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada tangan-tangan terlatih yang bekerja dengan standar profesional. Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bongoime, dapur negara dijalankan oleh chef bersertifikat yang memastikan mutu pangan terjaga sejak tahap pengolahan hingga siap didistribusikan.
Chef yang bertugas di SPPG Bongoime telah mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Sertifikasi ini menjadi penanda bahwa pengolahan makanan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti prinsip keamanan pangan dan pengendalian risiko yang ketat.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa profesionalisme sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan MBG.
“Program Makan Bergizi Gratis dikelola oleh SDM yang memiliki kompetensi dan sertifikasi. Chef di SPPG tidak hanya memasak, tetapi bertanggung jawab menjaga mutu, keamanan, dan konsistensi pangan yang dikonsumsi masyarakat,” ujar Hida di Bone Bolango, Sabtu (20/12).
Menurutnya, kehadiran chef bersertifikat memastikan setiap tahapan pengolahan makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian, seluruhnya berada dalam pengawasan tenaga profesional yang memahami risiko dan cara pencegahannya.
Sertifikat training HACCP chef yang bertugas di SPPG Bongoime
Profesionalisme dapur juga tercermin dari sistem kerja yang tertib. Alur dapur disusun jelas, peralatan berbahan stainless steel mudah disterilkan, serta prosedur kerja tertempel di setiap ruang sebagai panduan operasional. Dengan sistem tersebut, kualitas makanan tidak bergantung pada individu semata, melainkan pada standar yang dijalankan secara konsisten.
“Negara ingin memastikan bahwa MBG bukan program coba-coba. Standar SDM menjadi perhatian utama, karena dari dapur inilah kualitas pangan anak negeri ditentukan,” pungkasnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional