Berita

/

Berita

/

Dari Petani ke Piring MBG di SPPG Dulomo Utara

Dari Petani ke Piring MBG di SPPG Dulomo Utara

Nomor: SIPERS-440/BGN/12/2025

Berita 20 Desember 2025

picture-Dari Petani ke Piring MBG di SPPG Dulomo Utara

Gorontalo — Rantai pangan pendek yang menghubungkan petani, pelaku UMKM, dan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berjalan nyata di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dulomo Utara. Bahan pangan yang diolah dan disajikan berasal langsung dari petani serta pelaku usaha lokal di sekitar wilayah layanan, menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung di tingkat akar rumput.

Sayuran, telur, hingga bahan pangan segar dipasok melalui kemitraan dengan petani lokal dan UMKM setempat. Skema ini tidak hanya memastikan kesegaran bahan, tetapi juga menjaga harga yang adil bagi produsen, sekaligus menekan rantai distribusi yang panjang. Dengan pasokan yang lebih dekat, SPPG Dulomo Utara mampu menjaga kualitas pangan sekaligus stabilitas suplai.

Pendekatan berbasis lokal tersebut mendorong tumbuhnya ekonomi mikro di sekitar SPPG. Petani dan UMKM mendapatkan kepastian serapan hasil produksi, sementara masyarakat merasakan manfaat tidak langsung melalui peningkatan aktivitas ekonomi di wilayahnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas bersama Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Bidang Komunikasi dan Media Massa saat kunjungan di SPPG Dulomo Utara

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menilai penguatan rantai pangan lokal sebagai bagian penting dari keberlanjutan Program MBG.

“SPPG didorong untuk memanfaatkan potensi lokal agar Program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Rantai pangan yang pendek membuat program lebih efisien dan berkeadilan,” ujar Hida di Gorontalo, Sabtu (20/12).

Menurutnya, kemitraan dengan petani dan UMKM menjadi fondasi ketahanan pangan yang berbasis wilayah.

“Ketika bahan pangan dipasok dari lingkungan sekitar, kita tidak hanya menjaga kualitas dan keamanan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal. Model seperti ini penting untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional