Berita

/

Berita

/

Dari Reels hingga Data: Strategi Digital BGN Tembus Jutaan Audiens

Dari Reels hingga Data: Strategi Digital BGN Tembus Jutaan Audiens

Nomor: SIPERS-190/BGN/04/2026

Berita 6 April 2026

picture-Dari Reels hingga Data: Strategi Digital BGN Tembus Jutaan Audiens

Bekasi – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat strategi komunikasi digital untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pendekatan berbasis ekosistem konten dan pemanfaatan media sosial secara optimal memungkinkan BGN menjangkau jutaan audiens sekaligus membangun keterlibatan publik yang signifikan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Komunikasi Publik Program MBG bersama Kementerian Komdigi di Bekasi, Senin (6/4). Dalam forum tersebut, Hida menekankan pentingnya strategi digital yang terukur dan adaptif untuk memastikan pesan program tersampaikan secara efektif di tengah derasnya arus informasi.

“Strategi komunikasi digital kami tidak hanya soal hadir di media sosial, tetapi bagaimana pesan program bisa sampai, dipahami, dan membangun kepercayaan publik,” ujar Hida di Bekasi, Senin (6/4).

BGN mengembangkan pendekatan multiformat dalam pengelolaan konten digital. Konten video pendek seperti reels digunakan untuk menyampaikan edukasi gizi, testimoni penerima manfaat, hingga dokumentasi kegiatan pimpinan. Konten carousel menyajikan informasi yang lebih mendalam, termasuk infografis edukatif dan capaian program, sedangkan konten single post menjaga konsistensi komunikasi harian serta interaksi publik. Semua format ini dikelola sebagai satu ekosistem yang saling melengkapi, berfokus pada edukasi, empati, partisipasi, dan kepercayaan.

“Produksi konten kami selalu berbasis data, mudah dipahami, dan humanis. Tujuannya agar masyarakat bisa melihat langsung dampak nyata program MBG dan terlibat secara partisipatif,” tambah Hida.

Hasilnya terlihat signifikan. Konten BGN mampu menjangkau ratusan ribu hingga jutaan audiens, menghasilkan puluhan juta impresi, serta tingkat interaksi yang tinggi. Pengukuran dampak dilakukan menggunakan pendekatan AMEC, mulai dari output hingga terbentuknya kepercayaan publik terhadap program.

“Setiap platform memiliki karakter audiens berbeda. Instagram cenderung positif, sementara X lebih kritis. Karena itu, strategi kami harus adaptif dan responsif, termasuk menghadapi opini atau isu yang berkembang,” jelas Hida.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional