Berita

/

Berita

/

Harga Telur di Magetan Anjlok, Waka BGN Instruksikan SPPG di Jatim Optimalkan Menu Telur untuk Stabilkan Harga

Harga Telur di Magetan Anjlok, Waka BGN Instruksikan SPPG di Jatim Optimalkan Menu Telur untuk Stabilkan Harga

Nomor: SIPERS-249/BGN/05/2026

Berita 8 Mei 2026

picture-Harga Telur di Magetan Anjlok, Waka BGN Instruksikan SPPG di Jatim Optimalkan Menu Telur untuk Stabilkan Harga

Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur untuk memperkuat penggunaan menu berbahan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya membantu penyerapan hasil produksi peternak lokal.

Hal ini merespons aksi damai peternak ayam petelur di Magetan yang memprotes anjloknya harga telur di tingkat peternak. BGN, kata dia, memahami kondisi peternak yang saat ini menghadapi tekanan akibat tingginya biaya produksi dan lemahnya harga jual telur.

"Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen," ucap Nanik di Jakarta, Jumat (8/5).

Nanik menjelaskan, berdasarkan koordinasi bersama Satgas MBG Kabupaten Magetan, penggunaan menu telur di SPPG direncanakan ditingkatkan menjadi hingga tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya, menu telur dalam operasional MBG diberikan sebanyak dua kali dalam seminggu.

"Jadi untuk menaikkan harga telur, peternak program MBG akan menggunakan menu telur seminggu tiga kali. Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur," katanya.

Dia menambahkan, selama ini SPPG di Kabupaten Magetan telah menggunakan pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil suplai dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai mampu membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Sebelumnya, pada Rabu (6/5), sejumlah peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol protes terhadap anjloknya harga telur.

Para peternak menyampaikan harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Mereka juga menyoroti tingginya harga pakan ternak dan kondisi overproduksi yang membuat hasil telur sulit terserap pasar secara maksimal.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?