Berita

/

Berita

/

Jalankan Perbaikan Secara Berkala, SPPG di NTT Tetap Beroperasi

Jalankan Perbaikan Secara Berkala, SPPG di NTT Tetap Beroperasi

Nomor: -

Berita 31 Juli 2025

picture-Jalankan Perbaikan Secara Berkala, SPPG di NTT Tetap Beroperasi

Nomor: SIPERS-156/BGN/07/2025


Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi ketidaksesuaian informasi yang beredar terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya SPPG Kelapa Lima 1 dalam mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke penerima manfaat usai mendapat laporan terkait gangguan kesehatan pada sejumlah penerima manfaat MBG. 

Insiden yang terjadi di wilayah NTT terkait keluhan kesehatan yang dialami oleh beberapa penerima manfaat dari SMPN 8 Kupang pada 21 Juli 2025 telah ditindak lanjuti oleh BGN. BGN bersama dengan pihak Dinas Kesehatan dan BPOM telah melakukan investigasi dan pengecekan sampel MBG. 

Seluruh SPPG yang ada di wilayah provinsi Nusa Tenggara timur perhari ini masih melayani penerima manfaat 135 ribu, semenjak kejadian SMPN 8 kupang melakukan evaluasi dan peringatan SPPG yang melayani penerima manfaat di wilayah Kupang, ini menjadi pengingat bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan dan pelaksanaan MBG sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Kami hentikan memang pelayanan terhadap smpn 8 kupang disesuaikan dengan permintaan sekolah untuk pemberhentian pemberian MBG di SMPN 8 Kupang sampai hasil investigasi dan pemeriksaan yang dilakukan BGN, BPOM dan Dinkes setempat dan pemerintah daerah keluar, kemudian pelaksanaan program MBG diseluruh provinsi NTT tidak terganggu dengan insiden tersebut,” ungkap Redy.  
             
Seiring perkembangan kendala tersebut, terdapat informasi yang beredar di masyarakat tentang pemberhentian operasional SPPG Kelapa Lima 1. Oleh karena itu BGN menekankan adanya pengetatan SOP terhadap pelayanan di SPPG dan memberikan perhatian serta peringatan kepada seluruh KA SPPG dan dihimbau untuk lebih serius dalam pelaksanaan proses pengolahan dari bahan ke pangan. 

“SPPG Kelapa Lima 1 tidak berhenti operasional secara total. Namun, sementara waktu, distribusi MBG ke SMPN 8 Kota Kupang dihentikan atas permintaan dari pihak sekolah” jelas Redy.

BGN telah bergerak dengan cepat dalam menanggulangi insiden yang terjadi. Beberapa langkah yang dilakukan oleh BGN, antara lain penyusunan laporan khusus, melakukan investigasi dan pendalaman kejadian, serta koordinasi dengan pemerintah daerah. 

“Setelah tindak lanjut kami sambil menunggu hasil investigasi dan laboratorium terkait sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari senin terkait sampel MBG,” jelas Redy.

Badan Gizi Nasional melihat momen ini sebagai kesempatan untuk perbaikan dan meningkatkan kembali semangat BGN dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, SPPG Kelapa Lima 1 tetap operasional melayani penerima manfaat, kecuali SMPN 8 Kota Kupang. Selain itu, pengawasan ketat juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional