Berita

/

Berita

/

Kawal Target Zero Accident 2026, BGN Perketat Standar Keamanan Pangan Melalui ToT Regional

Kawal Target Zero Accident 2026, BGN Perketat Standar Keamanan Pangan Melalui ToT Regional

Nomor: SIPERS-36/BGN/01/2026

Berita 20 Januari 2026

picture-Kawal Target Zero Accident 2026, BGN Perketat Standar Keamanan Pangan Melalui ToT Regional

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggelar Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers - ToT) Tingkat Regional di Jakarta, Selasa (20/1). Kegiatan ini merupakan langkah strategis guna mewujudkan target zero accident atau zero defect dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.

Selama empat hari (20–23 Januari), 62 peserta lintas instansi dari wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga sebagian Sumatera dibekali materi operasional komprehensif. Fokus utama meliputi standar gizi, higiene sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga sistem monitoring digital.

Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menekankan urgensi pelatihan ini. "Pelatihan ToT ini memiliki urgensi yang sangat tinggi. Ini adalah elemen paling krusial dalam pelaksanaan program Makan Bergizi, karena melalui para pelatih inilah kita memastikan standar gizi dan keamanan pangan terjaga secara nasional," tegas Suardi.

Kredibilitas materi dalam ToT ini didukung oleh Center of Excellence yang berkedudukan di IPB University. Wakil Ketua Panitia, Prof. Aziz menjelaskan bahwa lembaga tersebut adalah pusat riset strategis hasil kolaborasi BGN, IPB, UNICEF, dan BPN.

"Kami melakukan riset internasional untuk menyusun paket pembelajaran yang berkualitas. Keterlibatan pakar dari institusi pertanian dan lembaga internasional ini membuktikan keseriusan kami dalam memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi keberlanjutan program," jelas Wakil Ketua Panitia, Prof. Dr. Ing. Aziz Boing Sitanggang.

Selain teknis pengolahan di SPPG, para tenaga pendidik juga dibekali kemampuan penjaminan mutu distribusi di sekolah. Hal ini bertujuan agar makanan dikonsumsi tepat waktu dan habis tanpa sisa, sekaligus mengintegrasikan edukasi gizi berkelanjutan.

Dengan target 30.000 SPPG dan jangkauan 82,9 juta jiwa pada 2025, penguatan kapasitas penjamah pangan menjadi kunci utama mencegah risiko kontaminasi. Kegiatan yang didukung UNICEF ini diharapkan melahirkan fasilitator regional andal yang siap mengawal kualitas implementasi MBG di tingkat kabupaten/kota secara nasional.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional