Berita

/

Berita

/

MBG Intervensi Perbaikan Gizi Mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan

MBG Intervensi Perbaikan Gizi Mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Nomor: SIPERS-286A/BGN/10/2025

Berita 16 Oktober 2025

picture-MBG Intervensi Perbaikan Gizi Mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas pertumbuhan dan kesehatan anak. Dewan Pakar Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha mengatakan, pemenuhan gizi optimal, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat krusial bagi perkembangan anak.

"Setiap anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena itu, tidak boleh ada satu pun anak hidup dalam permasalahan gizi. Dalam 1.000 HPK, lebih dari 80 persen perkembangan otak terjadi, sehingga kekurangan gizi dapat berdampak permanen," kata dia dalam kesempatan Diskusi Makan Bergizi untuk Peningkatan Status Kesehatan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, (16/10).

Untuk ibu hamil dan ibu menyusui, menurut Ikeu, harus menjadi prioritas utama dalam pemenuhan gizi, karena fase ini menentukan kualitas tumbuh kembang janin. 

“Pemenuhan gizi ibu hamil akan meningkatkan status gizi ibu dan pertumbuhan janinnya, sementara dukungan gizi pada ibu menyusui membantu kualitas ASI,” lanjut dia.

Sementara pada balita, MBG memberikan tambahan asupan yang mendukung pertumbuhan dan perbaikan status gizi. Ikeu juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap angka kecukupan gizi harian, terutama kebutuhan protein dan zat gizi mikro.

“MBG memenuhi sebagian kebutuhan gizi, dan rumah tangga dapat melengkapi sisanya sesuai pola konsumsi masing-masing,” kata dia.

Di sinilah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan, terutama dari aspek ketepatan layanan, keamanan pangan, dan kesiapsiagaan petugas di lapangan. “Pengelolaan di SPPG harus memahami SOP, menjaga higienitas, dan memastikan makanan aman dikonsumsi,” imbuh Ikeu.

Ia juga menekankan perlunya pendampingan dinas kesehatan, penggunaan food warmer, serta penyesuaian menu bagi balita agar layanan tetap optimal, termasuk di wilayah 3T dan saat masa libur pelayanan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional