Berita

/

Berita

/

MBG Ramadan Perdana Jangkau Sekolah Darurat Pascabencana di Agam

MBG Ramadan Perdana Jangkau Sekolah Darurat Pascabencana di Agam

Nomor: SIPERS-97A/BGN/02/2026

Berita 23 Februari 2026

picture-MBG Ramadan Perdana Jangkau Sekolah Darurat Pascabencana di Agam

Agam – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan di Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berjalan sesuai petunjuk teknis. Pada Senin, 23 Februari 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palembaya Salareh Aia resmi menyalurkan MBG Ramadan yang selama bulan suci dibagikan setiap Senin dan Kamis. Menu yang diberikan berupa paket kering berisi buah, kurma, kacang telur, dan roti untuk berbuka puasa.

Kepala SPPG Palembayan Salareh Aia, Fagel Andeska, menjelaskan bahwa dapur tersebut sejatinya telah aktif membantu warga sejak masa tanggap darurat banjir bandang 27 November 2025, sebelum resmi beroperasi sebagai SPPG. “Itu dari saya sendiri yang menginisiasi, dari mitra saja,” ujar Fagel di Agam, Senin (23/2). Saat bencana, dapur bersama didirikan untuk memasak makanan bagi ratusan warga yang mengungsi.

Di sektor pendidikan, MBG Ramadan perdana juga dirasakan siswa MTs Muhammadiyah Selareh Aia yang kini belajar di sekolah darurat di Masjid setelah bangunan lama hancur tersapu banjir. Kepala sekolah, Wildan Habib, menyampaikan apresiasi atas kehadiran program tersebut. “Kami tetap berterima kasih kepada pihak MBG yang telah membagikan makanan. Ini sangat membantu anak-anak untuk berbuka,” katanya.

Salah satu siswi kelas 3, Atifa Rabiyatul, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima selama Ramadan. Menurutnya, paket MBG yang dibagikan sangat berarti bagi dirinya dan keluarga. “Alhamdulillah, sangat membantu. Jadi saat berbuka sudah ada makanan yang bisa langsung dimakan bersama keluarga,” ujarnya. Ia menambahkan, menu yang diterima terasa enak dan membuatnya semakin semangat menjalani puasa.

Wildan mengungkapkan, pascabencana satu siswa meninggal dunia dan dua guru mengalami luka serius. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara bertahap di lokasi sementara dengan dukungan berbagai pihak. “Kami berusaha merangkul anak-anak ini dan terus memotivasinya agar semangat belajar,” ujarnya.

Pada tahap awal operasional, SPPG Salareh Aia menyalurkan MBG kepada 1.000 penerima manfaat yang tersebar di tiga sekolah dasar, satu SMP, dan satu SMA. Dalam waktu satu bulan beroperasi penuh sejak 19 Januari 2026, cakupan layanan meningkat signifikan menjadi 2.800 penerima manfaat di 21 sekolah.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizin Nasional