Berita

/

Berita

/

MBG Tingkatkan Konsumsi Buah dan Susu, Siswa SDN Jogjogan 01 Kini Lebih Mengenal Menu Beragam

MBG Tingkatkan Konsumsi Buah dan Susu, Siswa SDN Jogjogan 01 Kini Lebih Mengenal Menu Beragam

Nomor: SIPERS-226/BGN/04/2026

Berita 24 Juni 2026

picture-MBG Tingkatkan Konsumsi Buah dan Susu, Siswa SDN Jogjogan 01 Kini Lebih Mengenal Menu Beragam

Bogor — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jogjogan 01, Kabupaten Bogor, mendorong peningkatan konsumsi buah dan susu sekaligus memperluas pengetahuan siswa terhadap ragam makanan bergizi.

Koordinator MBG SDN Jogjogan 01, Redi, menyampaikan bahwa sebelum program berjalan, pola konsumsi siswa cenderung monoton dan kurang variatif. “Sebelumnya anak-anak cenderung mengonsumsi makanan yang itu-itu saja. Setelah ada MBG, mereka jadi lebih mengenal berbagai jenis makanan,” ujarnya..

Seiring implementasi program, terjadi perubahan nyata pada kebiasaan makan siswa. Konsumsi buah dan susu meningkat, didorong oleh penyajian menu yang beragam dan menarik dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan 02. Tampilan makanan yang lebih atraktif turut meningkatkan minat siswa untuk mengonsumsi makanan bergizi secara rutin.

“Tampilan makanan yang menarik membuat anak-anak lebih antusias. Mereka juga jadi lebih sering makan buah dan minum susu,” tambah Redi.

Perubahan ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian, tetapi juga sebagai instrumen edukasi dalam membentuk kebiasaan konsumsi sehat sejak dini. Selain itu, program ini turut menanamkan nilai karakter, seperti rasa syukur dan kebiasaan menghargai makanan.

Pelaksanaan MBG juga melibatkan peran aktif orang tua melalui koordinator kelas yang mendukung proses distribusi makanan setiap hari. Orang tua membantu memastikan jumlah ompreng sesuai, mendistribusikannya ke setiap kelas, serta mengoordinasikan pengembalian wadah untuk mendukung kelancaran operasional program. Keterlibatan ini sekaligus memberi ruang bagi orang tua untuk memantau langsung kualitas makanan yang dikonsumsi anak.

Implementasi MBG di SDN Jogjogan 01 menunjukkan bahwa intervensi gizi yang terencana mampu meningkatkan literasi gizi sekaligus membentuk perilaku hidup sehat di lingkungan pendidikan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional