Berita

/

Berita

/

Menu Sehat Tak Dimakan Anak Sama dengan Pemborosan

Menu Sehat Tak Dimakan Anak Sama dengan Pemborosan

Nomor: SIPERS-24A/BGN/01/2026

Berita 15 Januari 2026

picture-Menu Sehat Tak Dimakan Anak Sama dengan Pemborosan

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memperingatkan potensi pemborosan anggaran negara apabila menu sehat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak disukai dan tidak dikonsumsi anak. Keberhasilan intervensi gizi dinilai tidak berhenti pada penyediaan menu, tetapi ditentukan oleh apa yang benar-benar dimakan di meja makan.

Peringatan tersebut sejalan dengan gagasan dalam buku Bumbu, Rasa, dan Masa Depan Generasi: MBG sebagai Gerakan Reinvensi Kuliner Anak, yang menegaskan bahwa aspek rasa merupakan penentu efektivitas program gizi. Menu yang sehat secara nutrisi, tetapi tidak diterima anak, berisiko gagal mencapai tujuan kebijakan.

BGN menilai pendekatan gizi yang mengabaikan keberterimaan rasa dapat menimbulkan inefisiensi. Makanan yang tidak dikonsumsi secara optimal bukan hanya berdampak pada capaian gizi anak, tetapi juga pada efektivitas penggunaan anggaran publik.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, sekaligus penanggung jawab buku tersebut, menegaskan bahwa negara harus memastikan setiap rupiah anggaran berdampak nyata. “Menu sehat yang tidak dimakan anak sama saja tidak mencapai tujuan. Di situlah risiko pemborosan muncul,” ujar Hida di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut Hida, buku tersebut juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan program gizi harus diukur hingga tahap konsumsi, bukan hanya distribusi. “Rasa menjadi jembatan antara kebijakan dan realitas di lapangan,” katanya.

Melalui MBG, BGN mendorong agar perencanaan menu dilakukan secara lebih adaptif, dengan memperhatikan cita rasa, budaya makan, serta pengalaman konsumsi anak, tanpa mengabaikan standar gizi dan keamanan pangan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional