Pakar BGN Jelaskan Alasan Susu Segar MBG Hanya 20 Persen
Nomor: SIPERS-453/BGN/12/2025
Berita • 31 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta - Pakar susu dari Badan Gizi Nasional (BGN), Epi Taufik menjelaskan, spesifikasi minimal kandungan susu segar sebesar 20 persen dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menjadi perhatian publik, dipastikan tidak mengurangi kualitas gizi susu yang diterima anak-anak.
Alasannya, susu segar yang diperoleh langsung dari sapi secara alami ini kandungannya sekitar 88 persen air dan hanya 12 persen padatan. Padatan tersebut mencakup lemak, karbohidrat, gula laktosa, protein (kasein dan whey), serta vitamin dan mineral.
"Saya mulai dari susu segar tadi. Kalau kita perah susu dari sapi. Begitu keluar susu segar ini, sekitar 88 persen air, 12 persennya padatan. Padatan apa saja? lemak, karbohidrat, gula, laktosa, protein itu ada kasein, ada whey, vitamin, dan mineral 12 persen. Sisanya apa? air," jelasnya di Podcast Lab, Jakarta, Rabu (31/12).
Meskipun syarat minimal kandungan susu segar ditetapkan sebesar 20 persen, BGN tetap mewajibkan agar kandungan gizi susu dalam MBG setara dengan susu segar.
"Jadi, susu segar saja itu airnya 88 persen yang untuk syarat minimum dan sementara. Tetapi karena kita syaratkan juga nomor satu kandungan gizi harus sesuai susu segar berarti kurang tuh. Kandungan gizi susu segar itu apa? minimum protein 2,7 persen, minimum lemak 3 persen, minimum mineral 7,8 persen," sambung Epi.
Epi menyebut bahwa kombinasi tersebut dikenal sebagai susu rekombinasi, yang dirancang agar nilai gizinya tetap setara dengan susu segar. Skema ini dinilai sebagai solusi realistis di tengah keterbatasan pasokan susu segar nasional.
Selain menjaga kualitas gizi, kebijakan ini juga bertujuan memastikan susu segar produksi peternak dalam negeri tetap terserap. Dengan begitu, program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjaga keseimbangan antara penyerapan produksi lokal dan pengendalian impor.
"Untuk mencapai ini, kalau hanya dengan 20 persen susu segar kan kurang. Maka ditambahlah padatan susu atau susu bubuk yang kita sebut reconstituted milk. Itulah kenapa disebut susu rekombinasi. Sementara seperti itu. Karena apa tadi? Gizi tetap setara susu segar. Peternak susu segarnya tetap terserap, impor tidak naik signifikan," kata dia.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional