Produksi Melonjak 1.000 Persen, UMKM Dapur Sweety Tumbuh Bersama SPPG
Nomor: SIPERS-97B/BGN/02/2026
Berita • 23 Februari 2026
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan HumasAgam — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membawa dampak signifikan bagi pelaku usaha mikro. Salah satunya dirasakan Switta Febri (40), pemilik UMKM Dapur Sweety yang berlokasi di Palembayan Salareh Aia, Agam.
Sejak resmi bekerja sama dengan SPPG Agam pada awal Januari 2026, kapasitas produksi roti Dapur Sweety melonjak hingga 1.000 persen. Jika sebelumnya Switta hanya memproduksi sekitar 300 roti per hari, kini jumlahnya mencapai 3.000 roti per hari untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Sebelum bergabung dengan program MBG, Dapur Sweety lebih banyak menyuplai roti ke warung-warung dan menitipkan dagangan ke sejumlah toko sekitar, dengan skala produksi yang relatif terbatas.
“Dari 300 jadi 3.000 per hari. Itu 1.000 persen kenaikannya dalam satu order yang sama,” ujar Switta di Agam, Senin (23/2).
Tak hanya dari sisi jumlah roti, lonjakan juga terlihat dari penggunaan bahan baku. Sebelum bergabung dengan MBG, Dapur Sweety hanya mengolah sekitar tiga kilogram tepung per hari untuk produksi di wilayah setempat. Setelah kerja sama berjalan, sekali produksi bisa menghabiskan tiga karung tepung atau setara 75 kilogram.
Peningkatan produksi ini turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dari sebelumnya hanya empat orang pekerja, kini dapur produksi Dapur Sweety mempekerjakan 10 orang. Artinya, ada penambahan enam tenaga kerja baru sejak kerja sama dengan SPPG berjalan. “Alhamdulillah, dengan adanya MBG ini kami bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang sekitar,” katanya.
Meski baru berjalan sekitar satu bulan, Switta memperkirakan peningkatan keuntungan usahanya telah mencapai sekitar 30 persen dibanding sebelum bergabung dengan MBG. Namun dari sisi volume produksi, lonjakan mencapai 1.000 persen menjadi pencapaian terbesar dalam perjalanan usahanya sejak berdiri delapan tahun lalu.
Kehadiran MBG melalui SPPG di Kabupaten Agam tak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi UMKM lokal. Dari dapur sederhana di Palembayan, Dapur Sweety kini menjadi bagian dari rantai pasok pangan bergizi yang sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizin Nasional