Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa Lewat CEV
Nomor: SIPERS-206C/BGN/09/2025
Berita • 8 September 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) bukan hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap perekonomian desa. Melalui konsep Circular Economy Village (CEV) atau ekonomi sirkular tingkat desa, program ini mendorong lahirnya rantai ekonomi baru yang melibatkan petani, nelayan, peternak, UMKM, koperasi, dan BUMDes sebagai penyedia bahan pangan utama.
Dengan kebutuhan bahan pangan yang besar untuk memenuhi menu bergizi bagi jutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, Program MBG menciptakan pasar yang stabil dan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal. Mereka kini memiliki peluang lebih luas untuk memasok sayur, buah, daging, ikan, telur, hingga bahan olahan ke dapur-dapur gizi (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG) yang tersebar di 38 provinsi seluruh Indonesia.
“Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi, tetapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi yang tumbuh dari desa. Melalui pendekatan Circular Economy Village, kami ingin memastikan perputaran uang dan nilai tambah ekonomi terjadi di tingkat lokal,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, di Jakarta, Senin (8/9).
Hidayati, yang akrab disapa Hida, menegaskan bahwa konsep ini akan menguatkan ketahanan ekonomi desa sekaligus memperluas dampak program MBG. Koperasi desa dan BUMDes, misalnya, akan menjadi mitra utama yayasan pelaksana program dalam penyediaan bahan pangan, sementara UMKM lokal bisa terlibat dalam proses pengolahan dan distribusi.
“Dengan adanya kebutuhan pasokan yang berkelanjutan, petani memiliki kepastian pasar, koperasi desa bisa tumbuh, dan UMKM mendapat peluang ekspansi. Inilah cara BGN menjadikan program gizi sebagai penggerak utama roda ekonomi rakyat,” tambahnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional