Ratusan SPPG Lumpuh di Sumatera-Aceh, BGN Siapkan Langkah Pemulihan
Nomor: SIPERS-387/BGN/12/2025
Berita • 8 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) saat ini belum dapat berfungsi akibat rusaknya fasilitas maupun terputusnya komunikasi.
Ia menyebut, sebanyak 129 SPPG di Aceh yang hingga kini belum memberikan kabar karena diduga terdampak bencana. Begitu pula dengan dua provinsi lainnya, meskipun belum diketahui jumlah pasti karena masih menunggu pendataan lebih lanjut.
"Di Aceh itu ada 129 SPPG yang sekarang tidak berfungsi. Ada di antaranya yang tersapu, meskipun jumlahnya belum kita tahu. Tapi yang 129 belum ada keterangan karena mungkin kesulitan sinyal dan lain-lain. Di Sumatera Utara juga demikian, di Sumbar juga demikian," kata dia di Jakarta, Senin (8/12).
Meski begitu, ia memastikan bahwa fasilitas yang masih berfungsi tetap bergerak melayani warga terdampak. Di Aceh, 106 SPPG masih aktif melayani pengungsi, sementara 80 SPPG lainnya tetap menjalankan layanan reguler untuk penerima manfaat. Di Sumut, 148 SPPG aktif melayani pengungsi, dan di Sumbar sebanyak 66 SPPG yang masih bisa beroperasi.
"Tapi alhamdulillah, di Aceh itu masih ada 106 yang bisa melayani pengungsi. Ada 80 yang tetap melaksanakan ke penerima manfaat yang normal. Di Sumatera Utara, ada 148 yang tetap melayani pengungsi, dan di Sumatera Barat ada 66. Jadi masih cukup banyak yang bisa berfungsi untuk melayani para pengungsi," lanjut Dadan.
Setelah fase darurat selesai, BGN akan mulai melakukan identifikasi kerusakan untuk menentukan langkah pemulihan, termasuk kemungkinan membangun kembali SPPG yang hilang atau rusak berat.
"Karena bagaimana pun kita harus memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak termasuk tentu saja para mitra Badan Gizi Nasional. Caranya sedang kami pikirkan, apakah solidaritas dari mitra-mitra seluruh Indonesia yang mungkin nanti akan ikut membantu membangun SPPG yang terdampak," ujar Dadan.
Dadan menambahkan, seluruh SPPG yang ada saat ini sebanyak 17.060 unit di seluruh Indonesia merupakan hasil kontribusi masyarakat dan mitra program, bukan menggunakan APBN. Karena itu, pihaknya berkomitmen memberikan perhatian khusus kepada para mitra yang fasilitasnya terdampak bencana.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional