Berita

/

Berita

/

SPPG Gedong 1 Hentikan Distribusi dan Tarik Paket MBG Pasca Laporan Gejala Siswa

SPPG Gedong 1 Hentikan Distribusi dan Tarik Paket MBG Pasca Laporan Gejala Siswa

Nomor: -

Berita 1 Oktober 2025

picture-SPPG Gedong 1 Hentikan Distribusi dan Tarik Paket MBG Pasca Laporan Gejala Siswa

Nomor: SIPERS-246/BGN/10/2025


Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 1 memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan insiden keamanan pangan yang dialami sebagian siswa SDN Gedong 01, Jakarta Timur, pada Selasa (30/9).

Kepala SPPG Gedong 1 Agatha menjelaskan, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari tersebut yang diberikan yakni berupa mi goreng bakso, telur dadar, tahu goreng, tumis sawi hijau wortel, dan buah strawberry.

Namun pada pukul 08.00 WIB, pihak SDN Gedong 01 melaporkan adanya 20 siswa yang mengalami muntah-muntah dari total 245 siswa yang menerima manfaat. Atas kejadian tersebut, pihaknya segera menghentikan proses produksi dan distribusi, menarik kembali paket makanan yang sudah terlanjur disalurkan, serta berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk penanganan medis.

"(Sebanyak) 15 siswa diobservasi oleh dokter dan 5 di antara siswa tersebut dibawa langsung ke IGD. Selanjutnya pada hari yang sama siswa dipulangkan ke rumah setelah dinyatakan tidak apa-apa. Selanjutnya 17 siswa sudah kembali ke sekolah dan 3 siswa masih beristirahat di rumah," kata dia dalam laporannya, Rabu (1/10).

SPPG juga melakukan penarikan makanan di sekolah lain yang telah menerima paket, meskipun hingga saat ini tidak ada laporan kejadian serupa. Dia menambahkan, sebelum makanan dibagikan, penanggung jawab (PIC) sekolah telah melakukan uji cicip, termasuk relawan, ahli gizi, dan Kepala SPPG yang turut mencicipi sampel menu.

Saat pengecekan, makanan dinyatakan aman, tanpa aroma tidak sedap maupun tanda fisik yang mencurigakan. Dugaan awal mengarah pada menu mi goreng. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Puskesmas setempat telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.

Hasil uji masih menunggu konfirmasi resmi. Kepada korban yang terdampak, pihak SPPG telah memberikan kompensasi serta menanggung biaya pengobatan.

"Yayasan dan Kepala SPPG memberikan kompensasi kepada sekolah dan siswa terkait. Kemudian, memberikan susu (netralisir) kepada siswa. Pemberian susu ini sudah diarahkan terlebih dahulu oleh dokter yang saat itu berada di sekolah. Kami juga menemani dan mengganti biaya pengobatan siswa," ujar Agatha.

Langkah yang dilakukan agar terulang kembali kejadian serupa, SPPG melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

"Meningkatkan pengawasan terhadap proses pembuatan dan pendistribusian menu mi goreng, Melakukan pemeriksaan kualitas menu secara teratur untuk memastikan keamanan pangan. Memberikan edukasi dan pelatihan kepada staf dapur tentang pentingnya keamanan pangan dan cara mencegah kontaminasi silang," pungkasnya.

Kesempatan terpisah, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa BGN tetap berkomitmen menjaga kualitas program prioritas yang concern terhadap pemenuhan gizi nasional.

"Kami membuka kanal pengaduan masyarakat dan siap menindaklanjuti setiap laporan terkait keamanan pangan. BGN mengajak semua pihak untuk berperan aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan," ujar Hida.

Hida juga menegaskan bahwa kejadian di SDN Gedong 01 akan menjadi bahan evaluasi nasional untuk memperbaiki sistem produksi dan distribusi makanan. "Program MBG adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Karena itu, pengawasan mutu tidak boleh kendur dan harus diperkuat di semua level," tandasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional