Berita

/

Berita

/

SPPG Pejuang Pakem Dorong Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Lokal melalui Program MBG

SPPG Pejuang Pakem Dorong Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Lokal melalui Program MBG

Nomor: SIPERS-83/BGN/02/2026

Berita 13 Februari 2026

picture-SPPG Pejuang Pakem Dorong Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Lokal melalui Program MBG

Sleman – Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pejuang Pakem, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lokal. Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan anak, tetapi juga dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam operasionalnya, SPPG Pejuang Pakem menggandeng pelaku UMKM setempat untuk penyediaan bahan baku seperti roti, beras, dan telur ayam. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus menjaga rantai pasok tetap stabil dan berkualitas. Keterlibatan UMKM lokal juga memastikan perputaran ekonomi tetap berada di wilayah Pakem dan sekitarnya.

Kepala SPPG Pejuang Pakem, Alam Andhika, menegaskan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kami ingin MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Keterlibatan UMKM, petani, peternak, hingga relawan di sekitar Pakem menjadi bukti bahwa program ini tumbuh bersama masyarakat. Harapannya, kesejahteraan warga juga meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas gizi anak-anak,” jelas Alam (13/02).

Pakem yang dikenal sebagai wilayah pertanian produktif dan sentra buah salak memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan bahan pangan program. Hasil pertanian lokal, termasuk komoditas salak dan produk turunannya, menjadi bagian dari potensi yang dapat dioptimalkan sebagai bahan baku pendukung menu MBG. Pemberdayaan petani dan peternak lokal pun menjadi bagian integral dalam pelaksanaan program ini, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara SPPG dan masyarakat.

Selain penyedia bahan baku, masyarakat sekitar juga terlibat sebagai pekerja dan relawan di dapur SPPG, mulai dari proses persiapan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Keterlibatan ini menciptakan ekosistem kolaboratif yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap keberlangsungan program.

Ke depan, SPPG Pejuang Pakem berharap program ini terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menjadi model integrasi antara pemenuhan gizi anak dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan sinergi yang terjaga antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha setempat, program MBG diharapkan tidak hanya mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045, tetapi juga membangun fondasi ekonomi desa yang lebih tangguh dan mandiri.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional