SPPG Pejuang Pakem Salurkan MBG untuk 2.600 Anak di Lereng Merapi
Nomor: SIPERS-82/BGN/02/2026
Berita • 13 Februari 2026
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan HumasSleman – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pejuang Pakem yang berlokasi di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjangkau 2.600 penerima manfaat dari 17 sekolah tingkat PAUD, SD hingga SMP.
Berlokasi di bawah kaki Gunung Merapi, SPPG Pejuang Pakem telah beroperasi sejak 15 Desember dan menjadi salah satu titik strategis pelaksanaan MBG di wilayah Sleman bagian utara. Setiap harinya, tim SPPG memastikan proses penyediaan dan penyaluran makanan bergizi berjalan sesuai standar keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Dengan cakupan 17 sekolah, distribusi dilakukan secara terjadwal dan terkoordinasi agar makanan diterima dalam kondisi segar dan layak konsumsi. SPPG juga menerapkan pengawasan internal untuk menjaga kualitas rasa, kebersihan dapur, serta kesesuaian porsi berdasarkan kelompok usia anak.
Kepala SPPG Pejuang Pakem, Alam Andhika, menyampaikan bahwa keberadaan SPPG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan program.
“Kami berkomitmen memastikan setiap anak menerima asupan yang sesuai kebutuhan gizinya. MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kami ingin dampaknya benar-benar terasa, baik bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar,” ujar Alam Andhika (13/02).
Wilayah Pakem yang dikenal sebagai kawasan pertanian dan sentra buah salak turut mendukung ketersediaan bahan baku lokal. Pemanfaatan hasil pertanian setempat menjadi bagian dari strategi penyediaan menu yang segar dan berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Ketersediaan bahan pangan dari petani sekitar juga membantu menjaga stabilitas pasokan dan mendukung perputaran ekonomi di tingkat desa.
Menu MBG di SPPG Pejuang Pakem disusun berdasarkan standar gizi anak dan bervariasi setiap minggu untuk memastikan kecukupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Satu kali dalam sepekan, menu Nusantara seperti ayam goreng kalasan dan gudeg disajikan dengan penyesuaian kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Pengolahan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi tanpa mengurangi cita rasa khas daerah.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, pelaksanaan MBG di wilayah lereng Merapi ini juga menjadi bentuk sinergi antara pelayanan publik dan potensi lokal. Ke depan, SPPG Pejuang Pakem diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas dampak positif program, sehingga kontribusinya terhadap peningkatan status gizi anak di Kabupaten Sleman semakin optimal dan berkelanjutan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional