Berita

/

Berita

/

Susu MBG Difokuskan Cegah Risiko Gizi Kronis

Susu MBG Difokuskan Cegah Risiko Gizi Kronis

Nomor: SIPERS-328G/BGN/11/2025

Berita 6 November 2025

picture-Susu MBG Difokuskan Cegah Risiko Gizi Kronis

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa penyediaan susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang bukan sekadar untuk memenuhi rasa kenyang, melainkan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan defisit gizi kronis. Pendekatan tersebut ditegaskan melalui Keputusan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Nomor 012/05/01/SK.12/10/2025 tentang Petunjuk Teknis Standar, Penyediaan dan Distribusi Susu pada Program MBG.

Petunjuk teknis ini menempatkan susu sebagai intervensi gizi strategis yang berorientasi pada dampak kesehatan jangka panjang. BGN memastikan bahwa susu MBG memenuhi standar mutu dan kandungan gizi yang mendukung pertumbuhan optimal, perkembangan kognitif, serta peningkatan daya tahan tubuh penerima manfaat.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa fokus utama MBG adalah memperbaiki kualitas gizi secara berkelanjutan.

“Program MBG dirancang untuk menjawab persoalan gizi jangka panjang. Susu yang disalurkan bukan hanya untuk memenuhi asupan harian, tetapi untuk mencegah stunting dan defisit gizi kronis sejak dini,” ujar Hida di Jakarta, Rabu (5/11).

Dalam juknis tersebut, BGN mengatur spesifikasi susu yang diberikan kepada anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui agar sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok. Pengaturan ini bertujuan memastikan intervensi gizi tepat sasaran dan memberikan manfaat kesehatan yang optimal.

BGN juga menekankan pentingnya konsistensi penerapan standar di seluruh wilayah Indonesia agar pencegahan risiko gizi kronis dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

Hida menegaskan bahwa keberhasilan MBG diukur dari dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

“BGN ingin memastikan bahwa MBG memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan risiko stunting dan masalah gizi kronis. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi masa depan,” tegasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional