Berita

/

Berita

/

Utamakan Keamanan Pangan MBG, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan

Utamakan Keamanan Pangan MBG, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan

Nomor: SIPERS-339A/BGN/11/2025

Berita 15 November 2025

picture-Utamakan Keamanan Pangan MBG, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan

Jawa Timur – Sebanyak 2.200 penjamah makanan mengikuti kegiatan Bimtek Penjamah Makanan Program MBG untuk memperkuat penerapan standar keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini diselenggarakan pada 15–16 November 2025 di tiga kabupaten/kota di Jawa Timur: Tulungagung, Malang, dan Blitar. 


Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni, menyampaikan bahwa penguatan standar keamanan pangan adalah prioritas nasional BGN. Ia menegaskan kewajiban seluruh SPPG untuk memenuhi standar minimal, termasuk sertifikasi juru masak, penggunaan air bersih berstandar kesehatan, sterilisasi peralatan pada suhu 80 derajat Celsius, serta percepatan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).


“Keamanan pangan merupakan amanah besar. Setiap tahapan—mulai dari persiapan bahan, pemasakan, hingga pendistribusian—harus memenuhi standar agar makanan sampai kepada anak-anak dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya pada Sabtu, (15/11).


Nurjaeni juga menekankan penguatan sistem pengawasan dan pelaporan digital. “BGN mewajibkan dokumentasi operasional melalui platform pelaporan agar monitoring dapat berjalan cepat, transparan, dan terstandar. Ini merupakan bentuk akuntabilitas publik yang harus dijalankan oleh seluruh SPPG,” tambahnya. Ia memastikan bahwa BGN akan terus mendampingi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan pangan secara menyeluruh.


Pelaksanaan bimtek merupakan hasil kerja sama BGN dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat sebagai pelaksana teknis di lapangan. Seluruh materi pelatihan berpedoman pada Kurikulum dan Modul Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan, yang telah distandarkan secara nasional. Enam materi utama disampaikan kepada peserta, mulai dari Kebijakan Keamanan Pangan Siap Saji, Cemaran Pangan dan Penyakit Bawaan Pangan, Pemeliharaan Lingkungan Kerja Serta Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, Pembersihan dan Sanitasi Peralatan, Higiene Perorangan, hingga Tahapan Proses Produksi Pangan Siap Saji.


Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, dalam keynote speech menekankan bahwa keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kedisiplinan penjamah makanan dan kebersihan dapur SPPG. “Setiap petugas harus memasak seolah-olah memasak untuk anaknya sendiri. Kebersihan dapur, peralatan, dan cara kerja harus betul-betul dijaga, karena kualitas makanan menentukan kesehatan penerima manfaat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kasus keracunan tidak dapat ditoleransi dan harus dicegah melalui kepatuhan ketat terhadap SOP.


Pelaksanaan bimtek serentak di Tulungagung, Malang, dan Blitar ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan teknis penjamah makanan dalam mendukung keberlangsungan Program MBG. Dengan peningkatan kapasitas 2.200 penjamah makanan, BGN optimistis bahwa Jawa Timur dapat menjadi provinsi percontohan dalam implementasi MBG yang berkualitas dan berkelanjutan. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan layanan pangan aman dan bergizi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Potret Peserta Kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program MBG
Biro Hukum dan Humas 

Badan Gizi Nasional