Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

BGN Catat Penurunan Insiden Sepanjang 2025, Targetkan Zero Accident pada 2026

BGN Catat Penurunan Insiden Sepanjang 2025, Targetkan Zero Accident pada 2026

Nomor: SIPERS-06/BGN/01/2026

Siaran Pers 8 Januari 2026

picture-BGN Catat Penurunan Insiden Sepanjang 2025, Targetkan Zero Accident pada 2026

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana BGN menargetkan tercapainya zero accident atau zero defect dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, pada tahun 2026, BGN akan berupaya menekan kejadian seminimal mungkin.

"Kita memang memiliki target untuk zero accident atau zero defect, dan kita usahakan di tahun 2026 seminimal mungkin, karena target kita adalah menghasilkan makanan yang dengan gizi seimbang, kualitas untuk menciptakan pertumbuhan bagi anak-anak sekaligus aman konsumsi," ujar Dadan di sela kunjungannya ke SDN 01 Kalibaru, Jakarta, Kamis (8/1).

Ia mengungkapkan adanya tren penurunan signifikan jumlah kejadian atau insiden dalam pelaksanaan MBG sepanjang tahun 2025. Dadan menyebut, sepanjang 2025 tercatat sekitar 250 kejadian.

Jumlah tersebut sempat mencapai puncaknya pada September dengan 67 kejadian, lalu meningkat pada Oktober menjadi 85 kejadian. Namun, pada bulan-bulan berikutnya angka kejadian mengalami penurunan drastis.

"Selama satu tahun kita mengalami kejadian, tahun 2025 itu kurang lebih sekitar 250 kejadian, di mana puncaknya terjadi pada bulan September itu 67 kejadian, kemudian naik di Oktober 85 kejadian. Alhamdulillah menurun drastis di November 40 kejadian, dan selama bulan Desember itu tersisa 12 kejadian. Itu tren yang cukup bagus," papar Dadan

Dadan menambahkan, aspek keamanan pangan dan kualitas gizi akan terus diperkuat dengan melibatkan lembaga-lembaga kredibel dalam proses pengawasan dan evaluasi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menjadi bagian utama dari sasaran Program MBG. Bahkan, pada tahun 2026 BGN akan memberikan perhatian khusus pada pemenuhan gizi pada periode seribu hari pertama kehidupan.

"Tapi yang jelas ibu hamil, ibu istri dan anak balita itu sudah menjadi bagian dari program utama kita, dan bahkan di 2026 ini kita akan utamakan di seribu hari pertama kehidupan," pungkasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional