Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
BGN dan Pemprov DKI Sepakat MBG Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045
BGN dan Pemprov DKI Sepakat MBG Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Nomor: SIPERS-77/BGN/02/2026
Siaran Pers • 9 Februari 2026
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi strategis pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Program ini tidak hanya menyasar wilayah dengan tingkat pendidikan rendah, tetapi juga tetap relevan diterapkan di daerah dengan capaian pendidikan yang relatif tinggi, termasuk DKI Jakarta.
Di DKI Jakarta, rata-rata anak lahir dari orang tua dengan tingkat pendidikan yang hampir mencapai 12 tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sejumlah provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Secara umum, rata-rata lama sekolah penduduk DKI Jakarta tercatat sebesar 11,8 tahun.
Dalam sambutannya pada acara penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan BGN tentang Sinergi Penyelenggaraan Program MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa meskipun tingkat pendidikan masyarakat DKI Jakarta relatif tinggi, upaya pemenuhan gizi tetap harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia pun mencontohkan praktik yang diterapkan di sejumlah negara.
“Belajar dari beberapa negara lain, seperti di Jepang yang sudah 100 tahun, demikian juga India dan Brasil, meskipun pendidikan sudah tinggi, program pemenuhan gizi tetap diperlukan dan ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Kita bisa melihat pengukuran di Jepang, setelah dilakukan pengukuran dari tahun 1926 menuju 2024, terjadi peningkatan tinggi badan rata-rata anak muda sebesar 10 cm. Pada tahun 1926, rata-rata tinggi penduduk Jepang hampir 159,5 cm, sedangkan pada tahun 2024 rata-rata mencapai 170 cm,” ungkap Dadan, Senin (9/2).

Kepala BGN bersama Gubernur DKI Jakarta saat menandatangani Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan BGN tentang Sinergi Penyelenggaraan Program MBG
Lebih lanjut, Dadan meyakini bahwa perkembangan fisik anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik dari orang tua, tetapi juga sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi yang optimal sejak dini.
“Jadi genetik yang baik, diikuti dengan pemenuhan gizi yang seimbang, saya kira akan menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan ceria,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak yang tumbuh sehat pada masa kanak-kanak akan memberikan dampak besar terhadap tingkat produktivitas di masa dewasa. Anak dengan asupan gizi seimbang saat dewasa cenderung lebih produktif, memiliki pendapatan yang lebih tinggi, serta mampu melahirkan generasi yang kualitasnya lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional