Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Deputi Dialur
/
BGN Dorong Peran Strategis BPD dalam Pengawasan dan Penguatan Ekosistem Program Makan Bergizi Gratis di Desa
BGN Dorong Peran Strategis BPD dalam Pengawasan dan Penguatan Ekosistem Program Makan Bergizi Gratis di Desa
Nomor: SIPERS-248/BGN/05/2026
Siaran Pers • 7 Mei 2026
Sumber:
Dok. Biro Hukum dan HumasJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya peran strategis Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tingkat desa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Dies Natalis/Hari BPD ke-27 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran kementerian/lembaga, pengurus pusat dan daerah PABPDSI, serta perwakilan BPD dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Badan Gizi Nasional diwakili oleh Direktur Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Nurjaeni, Ph.D.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa desa merupakan pusat pembangunan nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Program Makan Bergizi Gratis di desa harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat desa. BPD memiliki posisi strategis dalam memastikan program berjalan baik, memberdayakan ekonomi lokal, serta memperkuat ketahanan sosial dan pembangunan desa secara berkelanjutan,” ujar Yandri.
Selain itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang diwakili oleh Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, juga menyampaikan dukungannya terhadap Program MBG sebagai bagian penting dalam pembangunan generasi muda Indonesia yang sehat dan bebas dari ancaman narkotika.
"Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan generasi muda merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan bangsa. Generasi yang sehat dan kuat akan lebih mampu terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta berbagai persoalan sosial lainnya,” ujar Tantan Sulistyana.
Dalam arahannya, Nurjaeni menegaskan bahwa desa memiliki posisi sangat strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi desa, penguatan ketahanan pangan, pembangunan lingkungan berkelanjutan, dan investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Nurjaeni.
Lebih lanjut, Nurjaeni menyampaikan lima prioritas peran BPD dalam mendukung pelaksanaan Program MBG di desa, yaitu:
1. Mengawasi SPPG dalam Pelaksanaan Program MBG
BPD diharapkan memastikan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan baik, higienis, aman pangan, tepat sasaran, dan akuntabel.
2. Mengawal Rantai Pasok MBG Berbasis Pangan Lokal Desa
BPD didorong menggerakkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan Koperasi Desa Merah Putih agar Program MBG mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
3. Mengelola Limbah dan Sisa Pangan SPPG Secara Berkelanjutan
BPD diharapkan mendorong pengolahan sampah organik, pemanfaatan sisa pangan, bank sampah, kompos, dan pengembangan ekonomi sirkular desa agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
4. Mengembangkan Ekosistem Energi Pendukung SPPG
BPD juga diharapkan mendukung penggunaan energi terbarukan seperti biogas, panel surya, dan energi ramah lingkungan lainnya untuk operasional SPPG yang efisien dan berkelanjutan.
5. Mengedukasi Masyarakat Desa tentang Pentingnya Makan Bergizi
BPD diharapkan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi dalam membangun sumber daya manusia desa yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Nurjaeni juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, BPD, koperasi desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan Program MBG secara nasional.
“Desa harus menjadi pusat lahirnya generasi sehat Indonesia. Karena pembangunan Indonesia Emas 2045 dimulai dari desa yang sehat, produktif, mandiri, dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui kegiatan Dies Natalis/Hari BPD ke-27 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Badan Gizi Nasional dan BPD seluruh Indonesia dalam mendukung pelaksanaan program-program strategis nasional di desa.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional