Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

BGN: MBG Intervensi Anak Rentan Indonesia

BGN: MBG Intervensi Anak Rentan Indonesia

Nomor: SIPERS-414E/BGN/12/2025

Siaran Pers 13 Desember 2025

picture-BGN: MBG Intervensi Anak Rentan Indonesia

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang sebagai intervensi sosial strategis untuk menjangkau anak-anak Indonesia yang lahir dari keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi, demi memutus rantai kerentanan gizi dan rendahnya produktivitas di masa depan.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia masih sangat tinggi dan mayoritas anak yang lahir berasal dari keluarga dengan tingkat pendidikan orang tua yang relatif rendah.

“Penduduk Indonesia yang masih tumbuh masih 6 orang per menit, 3 juta per tahun dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta di tahun 2045. Nah sekarang bukan masalah pertumbuhannya tetapi berasal dari kelompok mana anak-anak ini berasal,” ujar Dadan di Jakarta, Sabtu (13/12).

Dadan menjelaskan bahwa di sejumlah provinsi besar, rata-rata pendidikan orang tua anak masih berada di level lulusan sekolah dasar, yang berdampak langsung pada kemampuan pemenuhan gizi keluarga.

“Mayoritas anak-anak yang tumbuh di 3 provinsi besar dilahirkan dari masyarakat yang pendidikan orang tuanya hanya lulusan SD… sehingga rata-rata pendapatannya 1 juta, 1 juta setengah dengan anak rata-rata 2,75 dan itu tidak akan cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anaknya,” jelasnya.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar anak tidak memiliki akses terhadap gizi seimbang.

“Oleh sebab itu kita tidak heran 60% dari anak-anak itu tidak punya akses terhadap menu gizi seimbang dan kita tahu artinya 60% dari mereka juga jarang minum susu padahal itu penting sekali,” kata Dadan.

Ia menegaskan, Presiden menempatkan program makan bergizi sebagai langkah strategis nasional karena dampaknya bersifat lintas generasi.

“Makan gizi adalah langkah strategik karena kita harus intervensi mereka dengan gizi seimbang agar mereka bisa tumbuh cerdas dan fisiknya kuat sehingga tumbuh sehat,” tegas Dadan.


Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional