Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Sekretariat Utama

/

BGN Tekankan Peran Komunikasi Publik dalam Keberhasilan Program MBG

BGN Tekankan Peran Komunikasi Publik dalam Keberhasilan Program MBG

Nomor: SIPERS-251/BGN/05/2026

Siaran Pers 8 Mei 2026

picture-BGN Tekankan Peran Komunikasi Publik dalam Keberhasilan Program MBG

Jakarta - Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, mengatakan komunikasi publik menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasalnya, program prioritas pemerintah yang fokus dalam pemenuhan gizi nasional ini membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat yang luas sehingga perlu membangun pemahaman publik mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme pelaksanaannya.

"Program sebesar ini membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pemerintah harus mampu membangun pemahaman publik yang baik mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme program," ungkapnya dalam kegiatan kuliah pakar yang diselenggarakan Universitas Pertahanan secara daring pada Jumat (8/5).

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN saat menjadi narasumber pada kegiatan kuliah pakar di Universitas Pertahanan (Unhan)

Dia menjelaskan, strategi komunikasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari komunikasi interpersonal melalui kader, tenaga kesehatan, guru, hingga tokoh masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat cenderung lebih percaya kepada figur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan media sosial dan komunikasi massa untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat.

"Dengan komunikasi publik yang baik, pemerintah berharap Program MBG tidak hanya dipahami sebagai program bantuan, tetapi sebagai gerakan bersama membangun generasi sehat Indonesia," kata Hida.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN saat menjadi narasumber pada kegiatan kuliah pakar di Universitas Pertahanan (Unhan)

Dalam paparannya, Hida juga membeberkan capaian komunikasi publik BGN sepanjang triwulan I 2026. Berbagai kegiatan komunikasi telah dilakukan, mulai dari publikasi berita, siaran pers, artikel, layanan informasi, kerja sama media, workshop, konferensi pers, hingga penanganan isu.

Menurutnya, komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan responsif menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG. Selain menyampaikan informasi, komunikasi publik juga berfungsi memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

BGN juga memperkuat pendekatan komunikasi digital melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Platform tersebut digunakan untuk menyebarkan konten edukasi gizi, podcast, hingga informasi terkait pelaksanaan MBG agar dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.

"Pendekatan komunikasi digital ini penting karena pola konsumsi informasi masyarakat saat ini telah berubah. Masyarakat, terutama generasi muda, lebih banyak memperoleh informasi melalui media digital. Karena itu pemerintah harus hadir di ruang digital untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terpercaya. Media sosial juga menjadi instrumen penting untuk membangun engagement serta memperluas edukasi gizi kepada masyarakat," papar Hida.

Hida menambahkan, pendekatan sosial-antropologi dan komunikasi publik diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat, meningkatkan efektivitas program gizi, serta menurunkan angka stunting dan malnutrisi dalam jangka panjang.

"Tujuan akhir dari seluruh kebijakan ini adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Karena itu Program MBG bukan hanya program jangka pendek, tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia dalam jangka panjang," pungkasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?