Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
BGN Tetapkan Standar Mutu untuk Akselerasi Program MBG
BGN Tetapkan Standar Mutu untuk Akselerasi Program MBG
Nomor: SIPERS-414A/BGN/12/2025
Siaran Pers • 13 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa berbagai tantangan yang muncul pada tahun pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat sistem, tata kelola, dan pengawasan program ke depan.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa strategi utama satu hingga dua tahun ke depan adalah percepatan perluasan penerima manfaat yang dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan secara paralel.
“Ya kita sekarang paralel untuk mempercepat penambahan jumlah penerima manfaat dengan penambahan jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi secara paralel,” ujar Dadan di Jakarta, Sabtu (13/12).
Selain ekspansi, BGN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah dibentuk dengan menggandeng lembaga independen.
“Kita melakukan grading atau assessment terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi dengan bekerjasama dengan ID Survey, seluruh SPPG yang ada ini sekarang sudah dievaluasi kemudian di assess apakah kualitasnya masuk ke grade A, grade B, grade C,” jelasnya.
Menurut Dadan, sistem penilaian tersebut menjadi instrumen penting untuk mendorong peningkatan kualitas infrastruktur, layanan, dan hasil makanan di setiap SPPG.
“Ini saya kira akan mendorong seluruh SPPG memiliki kualitas infrastruktur dengan layanan optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis mutu mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Saya yakin dengan grading kualitas layanan dan kualitas makanan oleh SPPG akan semakin baik dan Alhamdulillah kita sudah melihat hasilnya sekarang di bulan November kejadiannya turun drastis,” ungkap Dadan.
Dadan juga menyebut bahwa sepanjang Desember, insiden yang sebelumnya sempat muncul hampir tidak terdengar seiring dengan membaiknya sistem dan bertambahnya jumlah SPPG.
“Selama Desember ini kejadiannya jarang terdengar karena memang kualitas pelayanannya semakin baik, karena jumlah SPPG-nya meningkat tajam,” katanya.
Saat ini, BGN mencatat Program MBG telah menjangkau puluhan juta anak Indonesia.
“Jumlah SPPG sudah 17.600-an sudah melayani lebih dari 50,1 juta penerima manfaat, belum pernah ada program ini di Indonesia,” tutup Dadan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional