Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
Cerita Kepala BGN: Awal Berdiri BGN Saya Sendirian, Kini Ada 615 Pegawai
Cerita Kepala BGN: Awal Berdiri BGN Saya Sendirian, Kini Ada 615 Pegawai
Nomor: SIPERS-29/BGN/01/2026
Siaran Pers • 20 Januari 2026
Sumber:
doc. Biro Hukum dan HumasJakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, BGN merupakan lembaga baru yang resmi berdiri pada 15 Agustus 2024. Bahkan, pada 19 Agustus 2024, dirinya masih menjadi satu-satunya pegawai di BGN. Seiring berjalannya waktu, jumlah SDM terus bertambah signifikan.
"Seperti diketahui Badan Gizi Nasional adalah badan baru yang berdiri pada tanggal 15 Agustus tahun 2024 dan 19 Agustus tahun 2024 saya masih sendirian. Sekarang di kantor pusat saja, sudah ada 615 tenaga kerja," ungkap Dadan dalam RDP dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (20/1).
Selain itu, BGN berencana membangun kantor regional setara eselon II di seluruh 38 provinsi. Selain itu, BGN juga akan membentuk Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah.
KPPG akan dibangun di kabupaten yang memiliki lebih dari 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan total rencana sebanyak 338 KPPG.
"Tahun ini akan membangun kantor regional setara eselon II di setiap provinsi di 38 provinsi. Alhamdulillah sudah dilantik, sudah terbentuk 420 KPPG sehingga pada tahun ini kita targetkan masih akan membangun 338 atau menempatkan orang 338 sebagai kepala KPPG di 38 kantor perwakilan," ujar Dadan.
Dari sisi operasional lapangan, Dadan menyebut jumlah sumber daya manusia (SDM) yang terlibat langsung di SPPG saat ini mencapai 73.207 orang. Rinciannya terdiri dari 32.712 kepala SPPG, 20.310 akuntan, serta 20.185 ahli gizi.
Selain itu, terdapat relawan yang terlibat di seluruh Indonesia dengan jumlah mencapai 825.936 orang. "Mayoritas merupakan warga lokal di sekitar SPPG dan mayoritas juga adalah kaum perempuan," lanjut Dadan.
Status PPPK
Terkait status kepegawaian, Dadan menjelaskan bahwa BGN telah melakukan rekrutmen untuk tiga komponen pegawai di setiap SPPG. Pada tahap pertama, BGN telah merekrut 2.080 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) terhitung mulai 1 Juli 2025.
Pada tahap kedua, BGN melakukan seleksi terhadap sekitar 32.000 peserta. Sebanyak 31.250 di antaranya merupakan kepala SPPG yang dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sementara 750 formasi dibuka untuk umum dan diisi oleh 375 akuntan serta 375 ahli gizi.
"Mereka sudah melakukan pendaftaran, kemudian tes dengan computer assisted tes. Mereka sekarang dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK sehingga diperkirakan mereka akan menjadi PPPK mulai tanggal 1 Februari 2026," sebutnya.
Lebih lanjut kata Dadan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk membuka seleksi PPPK tahap III dan IV. Seleksi tersebut akan dibuka secara umum dengan jumlah formasi masing-masing sebanyak 32.460 orang.
Langkah tersebut, menurut Dadan, merupakan bagian dari upaya BGN untuk memastikan kesiapan SDM yang memadai dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional