Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
Dampak Ekonomi Program MBG Signifikan, Serap hingga 800an Ribu Tenaga Kerja
Dampak Ekonomi Program MBG Signifikan, Serap hingga 800an Ribu Tenaga Kerja
Nomor: SIPERS-12/BGN/01/2026
Siaran Pers • 8 Januari 2026
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok lokal.
Hal tersebut dia sampaikan saat meninjau pelaksanaan MBG di SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta, Kamis (8/1).
"Alhamdulillah, Program Makan Bergizi ini secara ekonomi juga telah memberikan kontribusi yang luar biasa karena minimal ada 700 ribu-890 ribu yang sudah ikut bekerja langsung di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," ucap Dadan.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja yang terlibat sebagai pemasok bahan pangan. Setiap SPPG, kata dia, membutuhkan sedikitnya 15 supplier untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, mulai dari beras, minyak, telur, daging, ayam, susu, bumbu, hingga sayuran.
"Di luar mereka yang terlibat sebagai supplier, karena satu SPPG membutuhkan minimal 15 supplier, mulai dari beras, minyak, telur, daging, ayam, susu, bumbu, dan lain-lain. Mereka rata-rata memakaikan 2-15 orang. Demikian juga para petani, peternak, pelayan produksinya bisa diserap oleh setiap SPPG, setiap bulan," papar Dadan.
Dadan menambahkan, kebutuhan bahan pangan dalam satu SPPG menunjukkan skala ekonomi yang besar dan berkelanjutan. Untuk beras saja, satu SPPG membutuhkan sekitar lima ton per periode. Selain itu, dibutuhkan lahan kebun pisang seluas 1,5 hektare untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun.
Menurut Dadan, kebutuhan tersebut mendorong peningkatan produktivitas petani dan peternak di berbagai daerah. Gairah ekonomi lokal pun mulai tumbuh seiring kepastian permintaan dari Program MBG.
"Contohnya untuk beras, membutuhkan 5 ton beras, kemudian membutuhkan 1,5 hektare luas kebun pisang selama setahun, dan membutuhkan 3.000 telur sekali masak, 350 ayam sekali masak, 350 kilogram sayur sekali masak, membutuhkan 450 liter susu sekali memberikan makan satu SPPG," ujarnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional