Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

Di Balik Urgensi Program MBG, Kepala BGN sebut 60 Persen Anak RI Butuh Intervensi Gizi

Di Balik Urgensi Program MBG, Kepala BGN sebut 60 Persen Anak RI Butuh Intervensi Gizi

Nomor: SIPERS-162/BGN/03/2026

Siaran Pers 17 Maret 2026

picture-Di Balik Urgensi Program MBG, Kepala BGN sebut 60 Persen Anak RI Butuh Intervensi Gizi

Bogor – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya strategis untuk mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Menurutnya, urgensi program ini tidak lepas dari pertumbuhan penduduk Indonesia yang masih terus meningkat. Saat ini, jumlah penduduk bertambah sekitar enam orang per menit atau mencapai tiga juta per tahun, dan diproyeksikan menyentuh 324 juta jiwa pada tahun 2045.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama karena sebagian besar anak Indonesia lahir dari keluarga dengan tingkat pendidikan orang tua rata-rata sembilan tahun. Hal ini berdampak pada keterbatasan pemahaman dan akses terhadap pemenuhan gizi seimbang.

"Kita laksanakan program ini karena kita tahu bahwa masyarakat Indonesia masih terus tumbuh dan sampai sekarang masih tumbuh 6 orang per menit, 3 juta per tahun dan masih akan terus tumbuh mencapai 324 juta di tahun 2045. Sebagian besar anak-anak itu lahir dari kalangan orang tua yang pendidikannya rata-rata 9 tahun," papar Dadan di Bogor, Selasa (17/3).

Kepala BGN saat buka bersama dengan penerima manfaat di wilayah SPPG Kecamatan Cigombong.

Dia juga menyoroti adanya kesenjangan persepsi terkait kebutuhan gizi. Dadan menyebut, kelompok masyarakat berpendidikan tinggi yang hanya sekitar 10 persen dari populasi di perkotaan, cenderung menganggap makanan bergizi sebagai hal yang biasa. Namun, kondisi berbeda dialami oleh mayoritas anak Indonesia.

"Mungkin bagi mereka yang sudah berpendidikan tinggi yang itu sebetulnya hanya 10 persen dari penduduk Indonesia di perkotaan sehingga merasa bahwa makanan itu menjadi hal yang sangat biasa bagi mereka. Tetapi, bagi 60 persen anak Indonesia yang tidak punya akses terhadap menu gizi seimbang, program ini menjadi sangat luar biasa. Alhamdulillah ini sudah bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan bahwa implementasi MBG mulai menunjukkan capaian signifikan. Saat ini, sekitar 61 juta anak telah menerima manfaat dari program tersebut, dari total target 82,9 juta penerima.

Dia menegaskan, Program MBG tidak hanya sekadar intervensi jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan dan konsistensi pelaksanaan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

"Kita melihat bahwa dengan berlangsungnya Program Makan Bergizi Gratis ini selain intervensi hak anak atas gizi seimbang sudah mulai kita bisa berikan karena sekarang sudah ada 61 juta yang menerima dari 82,9 juta. Artinya sudah 70 persen. Kita masih terus kejar untuk sisa yang 30 persen," ucapnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional