Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
Kepala BGN Jamin Ketersediaan Dana SPPG di Sumatera dan Aceh untuk Layani Pengungsi
Kepala BGN Jamin Ketersediaan Dana SPPG di Sumatera dan Aceh untuk Layani Pengungsi
Nomor: SIPERS-418B/BGN/12/2025
Siaran Pers • 15 Desember 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana oleh BGN di wilayah Sumatera dan Aceh. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, telah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi.
Dadan menyebut, hingga saat ini terdapat 323 SPPG yang aktif melayani pengungsi. Rinciannya, 909 SPPG berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 148 SPPG di Sumatera Utara, dan 66 SPPG di Sumatera Barat yang telah disiagakan dan sebagian dikonversi untuk mendukung layanan tersebut.
"Jadi totalnya sampai sekarang sudah ada 323. Kita pastikan seluruh virtual account di daerah bencana selalu tersedia uangnya agar bisa tetap melayani pengungsi," kata dia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).
BGN berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan Program MBG, baik dalam kondisi normal maupun situasi darurat, guna memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi.
Insiden Keamanan Pangan Turun Signifikan
Dadan juga menyampaikan jumlah kejadian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan tren penurunan signifikan. Pada September tercatat sebanyak 67 kejadian, kemudian meningkat sebanyak 85 kejadian pada Oktober. Namun, angka tersebut menurun drastis pada November menjadi 40 kejadian, dan hingga 15 hari berjalan di bulan Desember, hanya tercatat 4 kejadian.
"Total kejadian per bulan yang terjadi pada program, di mana mulai September meningkat 67 kejadian, Oktober puncaknya 85 (kejadian), dan kemudian menurun drastis di November 40, dan sampai hari ini, 15 hari di bulan Desember itu hanya terjadi 4 kejadian. Alhamdulillah sudah jauh menurun," ungkapnya.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, BGN telah melakukan berbagai langkah penguatan, salah satunya melalui sertifikasi keamanan pangan. Hingga saat ini, sebanyak 3.000 SPPG telah mengantongi sertifikasi bekerja sama dengan ID Survey.
"Kita usahakan agar tahun depan tidak ada lagi kejadian karena BGN sekarang telah melakukan sertifikasi keamanan pangan sebanyak 3.000 SPPG bekerja sama dengan ID Survey. Nanti hasilnya kita akan menghasilkan SPPG yang unggul, sangat baik, dan baik," lanjut Dadan.
Dadan berharap, dengan penerapan sertifikasi keamanan pangan secara menyeluruh, pelaksanaan Program MBG pada tahun 2026 dapat berjalan tanpa kejadian yang merugikan penerima manfaat.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional