Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
Kepala BGN Tinjau SDN 01 Kalibaru, MBG Resmi Dimulai Kembali di Awal 2026
Kepala BGN Tinjau SDN 01 Kalibaru, MBG Resmi Dimulai Kembali di Awal 2026
Nomor: SIPERS-04/BGN/01/2026
Siaran Pers • 8 Januari 2026
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyambangi SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta, Kamis (8/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau dimulainya kembali pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun 2026 sekaligus menemui para korban insiden yang sempat terjadi di sekolah tersebut.
"Alhamdulillah hari ini, tanggal 8 Januari 2026 adalah hari pertama Program Makan Bergizi Gratis untuk permulaan tahun 2026. Alhamdulillah Program Makan Bergizi ini sudah berlangsung selama satu tahun," ungkap Dadan.
Dadan menambahkan, pelaksanaan MBG pada hari pertama tahun 2026 ini dilakukan secara serentak oleh 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, total penerima manfaat Program MBG telah mencapai 55,1 juta orang.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, kunjungan tersebut juga dilatarbelakangi keinginan Dadan untuk bertemu langsung dengan para korban insiden, termasuk salah satu guru yang turut terdampak.
"Salah satu motivasi saya datang ke SD ini, adalah untuk sekaligus bertemu dengan mereka yang menjadi korban, termasuk bapak gurunya. Bapak gurunya harusnya masih istirahat, tapi karena dua minggu di rumah bosan, dan dia lebih senang ada di tengah-tengah siswa jadi motivasinya luar biasa," ucapnya.
Ia menyebut, dari total 22 korban insiden tersebut, sebanyak 20 orang telah kembali pulih dan sudah bersekolah. Sementara dua korban lainnya masih menjalani rawat jalan dan belum dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, trauma pascakejadian menjadi perhatian serius. Berbagai upaya dilakukan untuk membantu pemulihan psikologis siswa, termasuk perubahan visual di lingkungan sekolah.
"Trauma sudah dipastikan. Jadi kalau Anda lihat lapangan ini kan tadinya tidak biru, tapi setelah kejadian langsung diberikan warna cat biru untuk menghilangkan trauma. Dan tim kami terutama dari kepolisian masih mendampingi mereka yang mengalami kejadian untuk menghilangkan trauma tersebut. Kita dampingi terus supaya mereka bisa kembali normal dan melupakan kejadian. Tapi pastikan butuh waktu," jelas Dadan.
Kendati demikian, Dadan memastikan sebagian besar siswa yang terdampak kini telah kembali beraktivitas. Meski masih terdapat cedera ringan pada beberapa korban, kondisi mereka terus dipantau setiap hari oleh BGN.
"Tapi saya lihat tadi yang ada, mereka sudah kembali normal dan alhamdulillah meskipun dikatakan ada cedera sedikit, tapi mereka sekarang sudah kembali beraktivitas. Tapi Badan Gizi pantau mereka setiap hari," katanya.
Dadan juga mengungkapkan, terdapat satu korban yang sempat menjalani operasi cukup intensif dan hingga kini masih menjalani rawat jalan. Untuk korban tersebut, BGN telah menyiapkan pemantauan khusus guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional