Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

“MBG Selaras” di Kebumen Dorong Perputaran Ekonomi Pasar

“MBG Selaras” di Kebumen Dorong Perputaran Ekonomi Pasar

Nomor: SIPERS-17/BGN/01/2026

Siaran Pers 12 Januari 2026

picture-“MBG Selaras” di Kebumen Dorong Perputaran Ekonomi Pasar

Kebumen — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen sekaligus meresmikan program inovatif Pemerintah Kabupaten Kebumen, yakni MBG Nglarisi Pasar dan Petani serta pelaksanaan Selaras (Sengkuyung Nglarisi Pasar—Bersama-sama Membuat Pasar Jadi Laku). Program ini menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya mendorong keterlibatan pelaku pasar dan petani dalam mendukung keberlanjutan MBG.

Dadan Hindayana mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Kebumen atas peluncuran program MBG Nglarisi Pasar dan Petani, serta pelaksanaan Selaras (Sengkuyung Nglarisi Pasar). Ia mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program tersebut dan menilai program tersebut sangat relevan dengan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis.

“Saya kira ini sangat relevan. Memang program makan bergizi tujuan utamanya adalah investasi sumber daya manusia (SDM) masa depan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, agar anak-anak tumbuh cerdas, kuat, dan ceria. Namun, selain itu, metode MBG dilakukan dalam bentuk ekosistem, di mana satu SPPG dapat melayani antara 2.000–3.000 penerima manfaat, dan itu mengandung aspek ekonomi yang sangat besar,” ungkap Dadan pada acara peluncuran MBG Nglarisi Pasar dan Petani di Pasar Tumenggungan Kebumen, Jawa Tengah, Senin (12/1).

Kepala BGN bersama Bupati Kebumen saat acara Launching Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani

Dadan menjelaskan bahwa di Kabupaten Kebumen akan terdapat total 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 SPPG telah beroperasi, sementara 48 lainnya masih dalam tahap pembangunan sehingga kuota yang tersisa tinggal dua. Dengan jumlah tersebut, dana yang diperkirakan akan berputar di Kebumen mencapai sekitar Rp2 triliun per tahun, hampir menyamai nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kebumen yang mencapai Rp3 triliun.

Dengan jumlah SPPG tersebut, setiap SPPG diperkirakan akan mengelola anggaran sekitar Rp10–11 miliar per tahun. Sekitar 70 persen dari anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan bahan baku, yang 90–95 persennya berasal dari produk pertanian, termasuk yang tersedia di Pasar Tumenggungan, Kebumen.

“Jadi, di Kebumen akan ada dana BGN selama 2026 nilainya hampir Rp2 triliun. Tujuh puluh persen dari Rp2 triliun itu, yaitu sekitar Rp1,4 triliun, digunakan untuk membeli bahan baku. Artinya, pasar akan sangat hidup karena dana tersebut digunakan untuk belanja bahan pangan,” jelas Dadan.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa 100 persen anggaran BGN akan berputar di Kebumen. “Kemudian 20 persen digunakan untuk operasional. Itu pun akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan pendapatan sekitar Rp2,4 juta per bulan, belanja masyarakat tentu akan kembali ke pasar. Selanjutnya, 10 persen diberikan sebagai insentif kepada yayasan, dan yayasan juga diwajibkan berbelanja di pasar. Sehingga pada akhirnya, seluruh Rp2 triliun tersebut akan dibelanjakan di Kebumen,” lanjut Dadan.

Kepala BGN bersama Bupati Kebumen saat acara Launching Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani

Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menyampaikan bahwa program MBG Nglarisi Pasar dan Petani berawal dari keluhan para pedagang pasar terkait menurunnya jumlah pembeli. “Ini pertama kali, karena saya setiap bulan ada kegiatan nglarisi pasar, para pedagang mengeluh, ‘Bu, bagaimana ini pasar sepi.’ Sebenarnya pasar sepi karena sekarang sudah banyak pedagang sayur keliling ke rumah-rumah. Untuk meramaikan kembali pasar, seluruh SPPG yang ada di Kebumen harus hadir berbelanja di pasar Kebumen, minimal satu kali dalam satu minggu,” ungkap Lilis.

Ia juga mengungkapkan bahwa para pedagang sangat antusias dan menyambut baik program tersebut. “Alhamdulillah, tadi responsnya sangat baik. Mereka sangat senang bisa dilarisi,” tutup Lilis.

Melalui Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani, Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Badan Gizi Nasional berkomitmen menjadikan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional