Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Wakil Kepala Badan Gizi Nasional

/

Viral Bandeng Mentah MBG di Bantul, BGN Pastikan Ikan Presto Matang

Viral Bandeng Mentah MBG di Bantul, BGN Pastikan Ikan Presto Matang

Nomor: SIPERS-140/BGN/03/2026

Siaran Pers 10 Maret 2026

picture-Viral Bandeng Mentah MBG di Bantul, BGN Pastikan Ikan Presto Matang

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu ikan bandeng yang didistribusikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah melalui proses pengolahan dan dalam kondisi matang. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang menyebutkan bahwa ikan bandeng dalam menu MBG tersebut masih mentah.

Menu tersebut didistribusikan kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat, 6 Maret 2026 oleh SPPG yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa Mandiri. Dalam paket makanan yang dibagikan, penerima manfaat mendapatkan roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta tambahan buah jeruk untuk porsi besar.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menegaskan bahwa ikan yang digunakan dalam menu MBG tersebut merupakan bandeng presto yang telah melalui proses pengolahan menggunakan metode pengukusan bertekanan tinggi.

“Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang sudah melalui proses pengolahan dan pengukusan sehingga dalam kondisi matang dan aman dikonsumsi. Persepsi bahwa ikan tersebut mentah muncul karena secara visual bandeng presto memang masih menyerupai ikan segar,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa (10/3).

BGN juga telah melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan di SPPG Bantul Sedayu Argosari. Dari hasil evaluasi internal, seluruh proses dinyatakan telah berjalan sesuai prosedur sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.

Menurut Nanik, kesalahpahaman tersebut juga dipengaruhi oleh belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai karakteristik olahan bandeng presto yang memang memiliki tampilan luar mirip ikan segar meskipun telah matang.

“Karena itu kami terus mendorong penguatan komunikasi di lapangan agar setiap menu yang didistribusikan dalam program MBG juga disertai informasi yang jelas kepada penerima manfaat maupun pihak sekolah,” tambahnya.

Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari, Muhammad Labib Jalali Khumaidi, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini juga menyertakan petunjuk penyimpanan dan anjuran konsumsi dalam setiap distribusi makanan.

“Dalam setiap pendistribusian kami selalu melengkapi paket makanan dengan petunjuk penyimpanan dan konsumsi agar makanan dapat dinikmati dengan aman serta dipahami oleh penerima manfaat,” jelas Labib.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional